USU Eksekusi Rumah Dinas, Keturunan Prof TMHL Tobing Pendiri Fakultas Ekonomi Dipaksa Kosongkan Rumah

Saat ini,
rumah tersebut masih ditempati Hisar Tobing dan Ruben Tobing. Keduanya merupakan
keturunan dari almarhum Prof TMH Tobing yang merupakan salah seorang guru besar
pendiri Fakultas Ekonomi yang saat ini bernama Faukltas Ekonomi dan Bisnis
(FEB) USU.
Pengosongan dilakukan
pihak USU dengan mengeluarkan barang-barang milik penghuni dan ditempatkan di luar rumah.
"Tadi
sempat kami cegah, namun mereka tetap memaksa masuk dan mengeluarkan
barang-barang kami," kata Ruben Tobing didampingi kuasa hukum mereka Ranto
Sibarani.
Ranto Sibarani
mengatakan, pengosongan ini seharusnya tidak dilakukan. Karena hingga saat ini
pihak keturunan dari Prof TMH Tobing masih melakukan gugatan, terkait apakah
mereka layak menghuni rumah tersebut atau tidak.
"Ini
masih proses di pengadilan. Masa belum
ada putusan tapi sudah dieksekusi, diusir seperti ini," kata Ranto.
Meski ada upaya pencegahan, tetapi petugas yang datang tetap ngotot dan mengatakan pengosongan tersebut atas surat tugas dari pihak rektorat USU.
"Ini
kami lakukan berdasarkan surat perintah pengosongan dari rektor," kata
Kepala Biro Aset dan Usaha USU, Suhardi di lokasi.
USU Tegaskan
Aset Negara Tak Boleh Dimiliki Pribadi
Secara terpisah,
Kepala Humas Protokoler dan Promosi USU Amalia Meutia, M.Psi., Psikolog, menegaskan
bahwa pengosongan sudah sesuai dengan aturan universitas yang berlaku dan
ketentuan bahwa aset negara tidak boleh dimiliki pribadi.
Secara
spesifik, aturan itu termuat dalam Peraturan Rektor No. 19 Tahun 2017 tentang
Status Rumah Dinas Universitas Sumatera Utara dalam Bab I Pasal 1 Poin 4 yang
berbunyi Rumah Dinas Jabatan USU adalah Rumah Dinas USU yang dipergunakan bagi
pemegang jabatan tertentu dan karena sifat jabatannya harus bertempat tinggal di rumah tersebut serta hak
penghuniannya terbatas selama pejabat yang bersangkutan masih memegang jabatan
tertentu.
Pada Poin 5,
ditegaskan bahwa rumah dinas biasa USU adalah rumah dinas yang mempunyai
hubungan yang tidak dapat dipisahkan dari USU dan hanya disediakan untuk
didiami oleh pegawai USU dan apabila berhenti atau pensiun, maka rumah tersebut
dikembalikan ke USU.
“Pegawai USU
yang dimaksud adalah dosen PNS atau dosen tetap non-PNS. Dalam peraturan rektor
yang sama, khususnya BAB IV Pasal 8 Poin 2 menyebutkan surat izin penghunian
berakhir masa berlakunya apabila pejabat atau pegawai USU yang bersangkutan
telah meninggal dunia,” ujar Amalia dalam keterangan tertulisnya.
Pengosongan
rumah itu sendiri, imbuhnya, dalam rangka untuk direnovasi dan dijadikan rumah
dinas kembali.
“Peruntukkannya
tidak diubah, tetap akan dijadikan rumah dinas,” tegasnya.
Kasus
penguasaan aset negara itu sendiri sebenarnya sudah berlangsung cukup lama.
Pihak USU, sebelumnya juga sudah memberikan keringanan kepada keluarga Prof
TMHL Tobing perpanjangan waktu untuk mengosongkan rumah. Melalui kuasa hukumnya,
keluarga Prof TMHL Tobing meminta perpanjangan sampai Desember 2020.
“USU sudah mengabulkan, namun sudah tiga bulan lewat dari kesepakatan belum juga dikosongkan. USU juga sebelumnya sudah menyurati keluarga yang bersangkutan. Surat perihal Pengembalian dan Penyerahan Rumah Negara yang pertama dilayangkan 15 Desember 2020, kemudian dilayangkan kembali pada 18 Maret 2021. Tapi kedua surat juga tidak diindahkan,” katanya.
Dalam melakukan pengosongan rumah tersebut, USU menegaskan pihaknya menerapkan asas kemanusiaan.
“Jadi tidak ada bahasa diusir. Terkait adanya pihak keluarga yang
mengalami disabilitas, tim lapangan juga sudah menyediakan ambulance dan
perawat dari Rumah Sakit USU yang standby,” katanya.
Amalia menegaskan, hal yang perlu digarisbawahi dalam kasus ini adalah bahwa aset negara tidak boleh dikuasai oleh personal atau pribadi.
“Rumah itu milik
negara. Jadi sampai kapan pun tidak boleh dikuasai untuk kepentingan pribadi.
Kami sangat menghargai jasa-jasa Prof TMHL Tobing, namun di satu sisi kami
harus berpegang pada aturan Rektor,” katanya.
Perlu juga
diinformasikan, bahwa eksekusi pengosongan rumah akan dilakukan secara
bertahap. Selain di Jalan Universitas No. 8 Kampus USU Padangbulan, pengosongan
juga akan dilakukan di Rumah Dinas USU Jalan Universitas No. 4 serta di Jalan
dr Ahmad Sofyan No. 70. (*)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "USU Eksekusi Rumah Dinas, Keturunan Prof TMHL Tobing Pendiri Fakultas Ekonomi Dipaksa Kosongkan Rumah "
Posting Komentar