Pelajar Diajak Kenali Serta Perangi Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Lensamedan-Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih kerap terjadi lantaran banyak orang yang memilih diam dan tidak punya keberanian untuk melaporkan. Hal ini merupakan tindakan yang salah. Untuk itu, kesadaran terhadap isu kekerasan pada perempuan dan anak harus dikenalkan pada seluruh pihak termasuk para pelajar.

Pernyataan ini disampaikan Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Nawal Edy Rahmayadi saat menjadi narasumber dalam Seminar Edukasi Ketahanan Keluarga dalam Rangkaian Peringatan Hari Ibu ke-92 Tahun 2020, Selasa (8/12), di Gedung Bina Graha Pemprov Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 21 Medan.

 

“Untuk semua anak-anak pelajar yang aku sayangi, kalian itu harus jadi generasi penerus yang berani menyuarakan kebenaran. Kenali apa saja jenis-jenis kekerasan terhadap perempuan dan anak, perangi dengan tidak ragu untuk melaporkan bila kalian melihat itu terjadi di lingkungan masing-masing,” pesan Nawal.

 

Perempuan, apalagi sosok ibu, merupakan sosok yang dimuliakan seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Untuk itu, dalam rangka momentum Peringatan Hari Ibu ini, Nawal berpesan agar para pelajar yang hadir selalu menghormati dan menyayangi orang tua khusunya ibu masing-masing.

 

“Dalam agama apapun saya yakin sama, bahwasanya ketika kita memperlakukan ibu kita dengan baik, maka Tuhan juga akan ridho dan memudahkan hidup kita. Jangan lupa sering-sering minta doa pada ibu kita agar kita dimudahkan dalam hidup dan menjadi orang sukses,” tutur Nawal.

 

Nawal kemudian mengapresiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang telah menggelar seminar dengan peserta para pelajar. Isu-isu kesetaraan, pemberdayaan perempuan, kekerasan terhadap perempuan dan anak penting untuk diketahui generasi penerus bangsa.

 

Kepala Dinas PPPA Sumut Nurlela menambahkan bahwa pelajar juga memiliki akses untuk ikut terlibat pada isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Salah satunya melalui Forum Anak pada Dinas PPPA. Katanya, Forum Anak merupakan wadah partisipasi anak (usia di bawah 18 tahun) untuk mendorong keterlibatan anak dalam proses pengambilan keputusan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan dirinya.

 

Seminar digelar dengan model penyampaian materi oleh narasumber terlebih dahulu. Dimoderatori oleh seorang akademisi yakni Dr Azmiati Zuliah SH MH, seminar juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab dengan para pelajar dan guru yang hadir. Adapun perwakilan pelajar yang hadir yakni berasal dari SMAN 2 Medan, SMA Sutomo I Medan, SMA Shaffiyatul Amaliyyah Medan, SMA Al-Azhar Medan masing-masing sebanyak 7 orang.


(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Pelajar Diajak Kenali Serta Perangi Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel