Sudah 8 Orang Dokter di Medan Meninggal Dunia Karena Terinfeksi Covid-19


Lensamedan- Kota Medan kembali kehilangan seorang dokter karena terinfeksi Covid-19. Dokter tersebut merupakan dokter senior bernama dr Sabar Tuah Barus SpA.


Informasi yang diperoleh, Kamis (13/8/2020) dr Sabar meninggal pada Rabu (12/8/2020) sore, setelah sempat mendapatkan perawatan sejak 8 hari lalu.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan dr Wijaya Juwarna Sp-THT-KL yang dikonfirmasi membenarkan kabar ini. Wijaya mengatakan, berdasarkan laporan yang dia diterima, dokter tersebut meninggal dunia di RS Murni Teguh. 


"Kondisi memang buruk saat masuk," ujar Wijaya ketika dikonfirmasi, Kamis (13/8/2020).

Atas meninggalnya dr spesialis anak ini, kata Wijaya, maka sudah ada 8 dokter yang merupakan anggota IDI Medan yang meninggal. Mereka adalah dr Ucok Martin SpP, dr Irsan Nofi Hardi Nara Lubis SpS, dr Anna Mari Ulina Bukit, dr Aldreyn Asman Aboet SpAN, KIC, dr Andika Kesuma Putra, SpP (K), dr Ahmad Rasyidi Siregar SpB, dr Dennis dan dr Sabar Tuah Barus SpA. 

Selain 8 orang di Medan, ada 4 dokter lainnya di Sumatera Utara yang meninggal dunia. Yakni dr Herwanto SpB dari IDI Kisaran , dr Maya Norismal Pasaribu dari IDI Labuhan Batu Utara , dr M Hatta Lubis dari IDI Padang Sidempuan SpPD dan dr H Muhammad Arifin Sinaga dari IDI Langkat. Sehingga total sudah 12 dokter yang meninggal karena terinfeksi Covid-19.

Sementara itu, update data Covid-19 hari hingga Kamis (13/8/2020) mencatat, pasien konfirmasi Covid-19 sebanyak 5.358 sebelumnya di angka 5.264 naik 94 orang. Lalu, suspek ada di angka 535 orang. Pasien meninggal dunia sebanyak 237 orang atau bertambah 5 orang, dan pasien sembuh 2.336 orang. Untuk yang sembuh ini bertambah signifikan sebanyak 148 orang, sedangkan spesimen yang sudah diperiksa sebanyak 28.255 sampel.

Sebelumnya Wijaya mengatakan, meski telah banyaknya dokter yang gugur karena Covid-19 tidak akan sampai menimbulkan kekhawatiran terhadap dokter, sehingga sampai harus enggan berpraktek. Karena kata dia, jauh sebelum ada covid-19, dokter selalu berpegang teguh pada sumpahnya untuk mengutamakan kesembuhan pasiennya bahkan menghargai kehidupan sejak masa pembuahan.

"Namun dibalik prinsip sumpahnya tersebut, para dokter sebagai warga negara juga wajib mendapat perlindungan dari negara layaknya warga negara lainnya. Saya yakin dan percaya tidak ada satupun dokter akan meninggalkan tanggungjawabnya ini, sepanjang masih mampu dia bertahan ditengah krisis semangat dan bahaya infeksi Covid-19 yang selalu mengancam," jelasnya.

Wijaya menyebutkan, kekhawatiran dirinya justru bagi layanan untuk pasien non Covid yang akan terganggu, mengingat banyak tenaga kesehatan yang justru tidak langsung menangani pasien covid terinfeksi saat ini. Oleh karena itu dia menuturkan, sangat penting memetakan kembali RS yang ada.

"Jika dinilai satu RS akan lebih bermakna dalam menangani pasien Non Covid, maka RS tersebut tidak boleh menangani pasien Covid, begitu sebaliknya," pungkasnya. 


(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Sudah 8 Orang Dokter di Medan Meninggal Dunia Karena Terinfeksi Covid-19"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel