3,6 Persen Pasien Terpapar Covid-19 di Sumut Masuk Kategori Anak-Anak


Lensamedan- Kelompok anak-anak ternyata juga rentan tertular virus Covid-19. Padahal di awal pandemi, dikatakan bahwa anak-anak sebagai kelompok yang relatif tidak rentan dengan virus ini. . 

Jika mengacu kepada data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sumatera Utara (Sumut), hingga Rabu (17/6/2020), secara total tercatat, kasus anak yang terpapar virus mencapai 3,6 persen dari jumlah kasus yang telah dilaporkan. Sehingga hal ini harus membuat orangtua tetap waspada.

"Awal Maret lalu, pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) menyatakan kegala Covid-19 pada anak-anak tidak fatal seperti orang dewasa. Namun belakangan mereka merevisi pernyataan tersebut bahwa gejala anak yang terinfeksi virus corona mirip kondisi 
Multisystem inflammatory syndrome in children (MIS-C). Kondisi pada bagian tubuh anak yang meradang seperti bagian jantung, paru-paru, ginjal, otak, mata hingga organ pencernaan," terang Jubir GTPP Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah, Kamis (18/6/2020).

Dikatakan Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut ini, CDC juga menjelaskan virus corona dijumpai pada anak dan orang dewasa yg menderita MIS-C. Pada anak-anak dengan tanda-tanda demam, sakit perut, hingga diare, muntah dan sakit leher. Muncul ruam dan mata merah serta merasa sangat lelah. 

"Bahkan dalam kasus yang parah anak-anak yang terserang virus corona juga menunjukkan tanda-tanda kegawatdaruratan seperti sesak nafas, sakit perut yang parah dan bibir serta wajah kebiru biruan. Jika sudah muncul tanda-tanda ini segera bawa anak-anak ke rumah sakit. Anak-anak yang terinfeksi ini bisa berujung komplikasi serius hingga kematian. Namun sebagian besar anak-anak bisa sembuh dengan pengobatan medis terutama gejalanya ditemukan sejak awal," katanya.

Saat ini, anak-anak bisa beraktivitas seperti biasa di luar ruangan namun hanya di halaman rumah dan memperhatikan protokol kesehatan. Seperti sering mencuci tangan dengan sabun di air mengalir. Orangtua juga harus sering mencontohkan pola hidup bersih dan sehat dan melakukan hal yang sama. 


"Anak-anak juga harus menggunakan masker bila bepergian ke daerah publik seperti klinik, rumah sakit, apotik, pusat perbelanjaan, hingga sekolah. Di mana masa transisi saat ini menjadi langkah yang tepat tetap di rumah dan menjaga jarak dengan orang lain sehingga menghindari tertular virus corona. Anak yang sakit dengan gejala demam, batuk, sakit perut harus tetap berada di rumah," jelasnya.

Ditambahkannya, saat ini pasien positif Covid-19 ada di angka 993 orang, bertambah 23 orang dari sehari sebelumnya, dan pasien positif yang dinyatakan sembuh bertambah 7 orang menjadi 233 orang, dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 159 orang. Lalu pasien meninggal dunia karena Covid-19 sebanyak 67 orang. Sedangkan Orang Dengan Pantauan (ODP) ada 885 orang.

"Dari data ini proses penularan terus terjadi. Masih ada sumber penularan di tengah kita yang belum melakukan tindakan isolasi dengan baik. Bahkan juga banyak kelompok rentan yang tidak menyadari bahwa mereka sangat mudah tertular akan virus ini. Lalu mereka yang tidak patuh untuk menjaga jarak, tidak menggunakan masker dan tidak rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir," tambahnya.

Untuk itu, GTPP Covid-19 Sumut terus mengajak masyarakat bersama-sama memahami protokol kesehatan dan informasi terkait Covid-19 ini secara terus menerus. 

"Sehingga kita dapat bersama-sama bersatu padu melawan virus Covid-19 ini. Oleh karena ini mari tetap bergotong-royong, konsisten karena keberhasilan penanggulangan Covid-19 ini bergantung pada perilaku kita sendiri. Kita pasti bisa melakukan ini," tutupnya. 

(Medan)

Belum ada Komentar untuk "3,6 Persen Pasien Terpapar Covid-19 di Sumut Masuk Kategori Anak-Anak"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel