IHSG Dibuka di Zona Hijau, Rupiah masih Dibayangi Tekanan Jual Surat Utang

Pergerakan IHSG di sesi pertama perdagangan Selasa (3/11/2026).lensamedan-ist

LensaMedan - Kinerja harga minyak mentah dunia mengalami pelemahan ditengah harapan damai dari rencana dialog antara Iran dengan AS. 

Baik kedua negara secara resmi melontarkan pernyataan yang memungkinkan terjadinya dialog untuk mengakhiri konflik di kawasan Timur Tengah.

Harga minyak mentah jenis Brent bergerak di kisaran US$104 per barel pada perdagangan hari ini. Selain itu harga minyak mentah jenis WTI ditransaksikan di kisaran harga US$96 per barelnya.

Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, sentimen geopolitik saat ini memberikan angin segar bagi transaksi pasar keuangan di kawasan Asia. 

Melemahnya harga minyak mentah dunia kembali memberikan harapan akan tekanan inflasi yang lebih rendah dibandingkan dengan priode sebelumnya. Namun demikian kabar tersebut belum sepenuhnya menggaransi bahwa dialog akan berakhir dengan perdamaian.

Ketidakpastian masih menjadi fokus utama pelaku pasar dalam janga pendek. Sementara itu pada perdagangan hari ini sentimen pelaku pasar domestik masih akan tertuju pada pasar obligasi di tanah air. 

“Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun masih mengalami kenaikan, dan terakhir sempat menyentuh 7,8%. Kenaikan imbal hasil SBN akan merugikan kinerja mata uang Rupiah,” ujar Gunawan di Medan, Selasa (3/11/2026).

Pada sesi perdagangan pagi ini, Rupiah ditransaksikan melemah ke level 18.145 per dollar AS. Ditengah membaiknya sentimen global, Rupiah masih akan menghadapi sejumlah tekanan pasar akibat rentetan tekanan setelah ancaman downgrade klasifikasi pasar saham di tanah air.

Di sisi lainnya, lanjut Gunawan, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat di level 5.126, meskipun sempat mengalami tekanan ke level 5.096 di menit awal pembukaan.

Kinerja bursa saham di Asia sejauh ini bergerak mixed dengan kecenderungan melemah setelah tekanan yang terjadi pada saham teknologi AS yang mengalami tekanan sebelumnya. 

“IHSG rawan terseret koreksi ditengah tekanan jual pasar obligasi tanah air,” sebutnya. 

Terpisah harga emas dunia ditransaksikan menguat ke level US$3.960 per ons troy atau sekitar Rp2,32 juta per gram. Harga emas menguat diuntungkan oleh pelemahan harga minyak belakangan ini. (juli simanjuntak)



(Medan)


Belum ada Komentar untuk "IHSG Dibuka di Zona Hijau, Rupiah masih Dibayangi Tekanan Jual Surat Utang "

Posting Komentar

IHSG Dibuka di Zona Hijau, Rupiah masih Dibayangi Tekanan Jual Surat Utang

Pergerakan IHSG di sesi pertama perdagangan Selasa (3/11/2026).lensamedan-ist LensaMedan - Kinerja harga minyak mentah dunia mengalami pelem...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel