Tekanan Jual Surat Utang Tanah Air Meningkat, Rupiah Melemah di Atas 18.100

Uang kertas Rupiah.lensamedan-ist

LensaMedan - Minimnya sentimen pasar seiring dengan sepinya agenda ekonomi membuat pasar keuangan akan lebih fokus pada tensi geopolitik dan isu regional lainnya. 

Indikator utama yang menggambarkan kondisi regional adalah harga minyak mentah dunia, yang sejauh ini masih bertahan dikisaran US$100 per barel untuk jenis WTI, dan berada dikisaran US$114 per barel untuk jenis minyak Brent.

Harga minyak mentah dunia terpantau bergerak mixed sehingga tidak akan menjadi penggerak pasar pada perdagangan hari ini. 

Namun untuk kinerja pasar saham di tanah air, pelaku pasar masih akan terus mencermati respon otoritas maupun BEI terkait dengan ancaman MSCI (Morgan Stanley Capital International) sebelumnya.

Pada perdagangan awal pekan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,22%, dimana investor asing membukukan transaksi jual bersih senilai Rp1,85 triliun di pasar saham pada perdagangan kemarin. 

Pelemahan IHSG pun disebutkan Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, masih terlihat pada sesi pembukaan perdagangan hari ini. 

“Kinerja IHSG yang dibuka di level 5.357 bergerak berbeda dengan mayoritas bursa saham di Asia yang pada umumnya ditransaksikan menguat,” ujar Gunawan di Medan, Selasa (27/10/2026).

Sementara itu mata uang Rupiah ditransaksikan melemah ke level 18.140 per dolar AS. Tekanan jual surat utang tanah air mengalami peningkatan. 

Imbal hasil SBN 10 tahun naik dari kisaran 7,169% (20/10) menjadi dikisaran 7,454%.  Gunawan menyebut, kenaikan imbal hasil surat hutang pemerintah menunjukan adanya tekanan jual pada pasar obligasi di tanah air.

Seiring dengan tekanan jual tersebut, mata uang Rupiah belakangan ini konsisten mengalami pelemahan. 

“khususnya setelah ancaman dari MSCI,” sebut Gunawan.

Di sisi lain harga emas dunia terpantau bergerak menguat ke level US$4.011 per ons troy atau sekitar Rp2,35 juta per gram. Harga emas terpantau membaik saat sentimen pasar tidak banyak mengalami perubahan yang berarti. (juli simanjuntak)


(Medan)


Belum ada Komentar untuk "Tekanan Jual Surat Utang Tanah Air Meningkat, Rupiah Melemah di Atas 18.100 "

Posting Komentar

TelkomGroup Luncurkan Pengembangan Sovereign Digital Technology di DTIIF 2026

Chief Technology Officer Danantara, Sigit Puji Santosa (kiri); Managing Director Strategic Technology Initiatives Danantara, Irwan Rey (kana...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel