Sesi Pertama Perdagangan: IHSG Dibuka Melemah Tajam, Rupiah Melemah di Atas 18.000
Pada sesi pembukaan IHSG dibuka melemah ke level 5.247, bahkan di menit pertama pembukaan IHSG sempat melemah hingga ke level 5.185 sebelum kemudian berbalik arah dan ditransaksikan di zona hijau.
Sementara itu Rupiah ditransaksikan melemah ke level 18.045 per dolar AS.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, pasar keuangan mendapatkan sentimen negatif, khususnya setelah tekanan yang dialami pasca rencana MSCI sebelumnya.
Sentimen pasar juga tengah memburuk seiring dengan kenaikan harga minyak mentah dunia yang bertahan di atas level US$100 per barel.
Kondisi tersebut membuka ruang bagi tekanan pada sisi APBN dan berpeluang memicu koreksi pada pasar keuangan tanah air.
“Tekanan inflasi masih menjadi masalah utama yang dihadapi pelaku pasar saat ini. Kenaikan pada harga inyak mentah akan mendorong permintaan imbal hasil yang lebih tinggi,” ujar Gunawan di Medan, Kamis (22/10/2026).
Gunawan menyebut, bunga acuan saat ini tengah berada dipersimpangan dengan potensi kenaikannya lebih besar dibandingkan dengan sejumlah probabilitas lainnya.
Langkah Bank Indonesia yang mempertahankan bunga acuan pada perdagangan sebelumnya lebih mencerminkan dinamika pasar yang lebih dipicu oleh sentimen pasar.
Rencana MSCI memang memberikan pukulan bagi Rupiah, namun tekanan jual di pasar obligasi juga tudak terlihat sehingga pelemahan IHSG belum sepenuhnya memberikan sinyal bahwa suku bunga harus dinaikkan.
“Namun pelaku pasar berada dalam tingkat kewaspadaan yang tinggi seiring dengan ketidakpastian kondisi geopolitik yang meluas ke masalah ekonomi,” sebutnya.
Terpisah harga harga emas dunia ditransaksikan melemah tipis ke level US$4.115 per ons troy, atau sekitar Rp2,39 juta per gram.
Harga minyak dunia yang bertahan di level US$100 per barel mempersempit ruang penguatan harga emas. (juli simanjuntak)
(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Sesi Pertama Perdagangan: IHSG Dibuka Melemah Tajam, Rupiah Melemah di Atas 18.000 "
Posting Komentar