Sentimen Datang dari Prancis, Rupiah dan IHSG Mencoba Menguat

Grafik pergerakan IHSG. Pada perdagangan sesi pertama Selasa (20/10/2026), IHSG masih dibuka di zona merah, meski berusaha melakukan pergerakan ke zona hijau.lensamedan-ist

LensaMedan - Tekanan jual pada surat hutang di Perancis akan menjadi sorotan pelaku pasar meskipun tidak berkorelasi secara langsung terhadap kinerja sektor keuangan di tanah air. 

Namun kenaikan imbal hasil yield obligasi Perancis tenor 10 tahun yang mendekati 5%, berpeluang memicu terjadinya tekanan pada pasar obligasi di tanah air, mengingat US Treasury 10 Tahun belakangan ini juga kerap alami tekanan jual dan memicu pelamahan mata uang rupiah.

Tekanan jual pada surat hutang pemerintah Perancis dipicu oleh aksi demonstrasi, kerusuhan sosial hingga kombinasi masalah politik. 

Sementara itu pasar saham di tanah air belakangan ini bergerak dengan sentimen pasarnya sendiri, dimana masih dibayangi oleh kabar dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang tengah mempertimbangkan penurunan klasifikasi pasar saham di tanah air.

Pada perdagangan pagi ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dibuka melemah di level 4.980. Walaupun pelemahan IHSG di menit awal pembukaan tidak bertahan lama, IHSG mulai menunjukan perlawanan dengan mencoba menguat di atas level 5.000. 

Namun sayangnya penguatan tersebut dibayangi oleh kinerja mayoritas bursa saham di Asia yang ditransaksikan melemah. Walaupun di sisi lainnya Rupiah ditransaksikan menguat ke level 18.010 per Doiar AS pada perdagangan hari ini. 

“Dari sisi teknikal, baik pelemahan Rupiah dan IHSG pada dasarnya telah mendorong kedua instrumen tersebut pada posisi jenuh jual, sehngga potensi pembalikan arah secara teknikal masih sangat terbuka dalam jangka pendek,” ujar Gunawan di Medan, Selasa (20/10/2026).

Di sisi lainnya, harga emas dunia ditransaksikan melemah ke level US$4.129 per ons troy, atau sekitar Rp2,4 juta per gram. 

Harga emas alami tekanan sejalan dengan kenaikan harga minyak mentah dunia di level US$109,8. Sepekan terakhir harga emas mampu mengabaikan spekulasi kenaikan bunga acuan, namun gagal melawan tekanan harga minyak mentah. (juli simanjuntak)


(Medan)


Belum ada Komentar untuk "Sentimen Datang dari Prancis, Rupiah dan IHSG Mencoba Menguat"

Posting Komentar

BEI Kembali Sesuaikan Batas Bawah Auto Rejection Efek Bersifat Ekuitas

Kantor PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta.lensamedan-ist LensaMedan – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penyesuaian lanjutan terhadap...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel