Pemprov Sumut, Kementerian ESDM, dan PLN Perkuat Sinergi Kejar Target 100% Listrik Desa

Pj. Sekdaprov Sumut, Timur Tumanggor, menghadiri Rapat Sikronisasi Usulan Lokasi Program Listrik Perdesaan (Lisdes) di Aula Kantor PLN UID Sumut, Jalan Yos Sudarso, Medan, Rabu (7/10/2026).lensamedan-diskominfo sumut

LensaMedan – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Utara (Sumut) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumut memperkuat sinergi untuk menuntaskan program Listrik Perdesaan (Lisdes). 

Upaya tersebut diarahkan untuk memperluas akses listrik hingga wilayah pelosok dan mendukung pencapaian Rasio Elektrifikasi (RE) 100%.

Hal tersebut ditegaskan dalam Rapat Sinkronisasi Usulan Lokasi Program Lisdes, Fasilitasi Penyiapan Lahan, serta Penyelesaian Perizinan yang digelar di Aula Kantor PLN UID Sumut, Jalan Yos Sudarso Medan, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu dihadiri perwakilan dari 33 kabupaten/kota se-Sumut, serta jajaran instansi terkait, di antaranya Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, dan ATR/BPN.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, Timur Tumanggor, menegaskan, ketersediaan akses listrik bukan sekadar untuk penerangan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menggerakkan perekonomian, memajukan pendidikan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Terlepas dari kendala, rintangan, dan hambatan yang ada, apakah karena lokasinya sulit, kawasan hutan lindung, atau area konservasi, jangan sampai masalah administrasi menghambat aliran listrik ke dusun-dusun kita. Ini tanggung jawab moral dan tugas pokok kita sebagai pelayan masyarakat," tegas Timur Tumanggor.

Timur mengungkapkan, saat ini terdapat 117 usulan lokasi program Lisdes yang masuk ke Dinas ESDM Sumut. Dari jumlah tersebut, 47 lokasi berada di lima kabupaten prioritas, yakni Kabupaten Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan, dan Mandailing Natal (Madina).

Ia meminta seluruh pemangku kepentingan memanfaatkan forum coaching clinic yang digelar selama kegiatan untuk menyelesaikan berbagai hambatan perizinan, sehingga target aliran listrik ke lokasi-lokasi tersebut dapat direalisasikan pada 2027.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Andriah Feby Misna, memaparkan, Rasio Elektrifikasi (RE) di Sumut saat ini telah mencapai 99,86%. 

Meski demikian, penuntasan akses listrik di wilayah pelosok tetap menjadi prioritas nasional guna mencapai target RE 100% pada 2029.

"Untuk tahun 2026, terdapat 106 lokasi jaringan Lisdes di Sumatra Utara yang tersebar di 23 kabupaten/kota. Sekitar 44% atau 47 lokasi di antaranya berada di wilayah Kepulauan Nias dan Mandailing Natal. Kementerian ESDM menerapkan tiga strategi utama, yaitu perluasan jaringan distribusi (grid), pembangunan PLTS Komunal, dan PLTS Individual," ujar Feby.

Feby juga mengimbau dukungan penuh pemerintah daerah dalam memfasilitasi infrastruktur jalan, memastikan kejelasan data koordinat, menyelesaikan izin pemanfaatan kawasan hutan, hingga melakukan sosialisasi Right of Way (ROW) kepada masyarakat. Hal tersebut diperlukan agar pembangunan jaringan distribusi tidak terkendala persoalan ganti rugi lahan.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UID Sumut,Rizky Mochamad, menyatakan kesiapan PLN untuk mengeksekusi pembangunan infrastruktur Lisdes di lapangan. Ia menekankan pentingnya kepastian perizinan dan aksesibilitas dalam mendukung kelancaran pembangunan.

"Ukuran keberhasilan program listrik desa bukan sekadar berapa banyak tiang dan jaringan yang terbangun, tetapi berapa banyak masyarakat yang akhirnya dapat menikmati listrik dan merasakan manfaat nyatanya. Kami membutuhkan sinergi dan dukungan pemda untuk fasilitasi lahan, perizinan, serta koordinasi sosial," pungkas Rizky. (*)


(Medan)



Belum ada Komentar untuk "Pemprov Sumut, Kementerian ESDM, dan PLN Perkuat Sinergi Kejar Target 100% Listrik Desa"

Posting Komentar

313 Warga Binaan di 5 Kanwil Ditjenpas yang Melakukan Pelanggatan Dipindah ke Nusa Kambangan

LensaMedan - Sebanyak 313 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berisiko tinggi dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Pulau Nusa Kam...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel