Pasar Tunggu Kebijakan Bank Indonesia, Rupiah Dibuka Menguat
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, pelaku pasar khususnya para ekonom banyak yang memproyeksikan kenaikan bunga acuan pada rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada hari ini.
Di sisi yang berbeda, harga minyak mentah khususnya untuk jenis Brent pada perdagangan pagi ini bertahan di level US$110 per barel.
Sementara itu USD Index pada perdagangan pagi ini ditransaksikan menguat ke level 101,78. Tetapi jika dirunut selama 5 hari perdagangan terakhir, USD Index justru masih mengalami penurunan.
“Sehingga sentimen pasar pada perdagangan hari ini diproyeksikan positif terhadap kinerja pasar keuangan domestik,” ujar Gunawan di Medan, Rabu (21/10/2026).
Pada sesi pembukaan perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG menguat ke level 5.310, meskipun sejauh ini berbalik arah di zona merah.
Pasar dinilai Gunawan masih dibayangi kecemasan dari rencana penurunan klasifikasi bursa saham tanah air oleh MSCI (Morgan Stanley Capital International).
Sehingga gerak IHSG akan sangat dipengaruhi oleh respon pemerintah ataupun otoritas terkait selama jeda waktu yang diberikan MSCI hingga pertengahan tahun depan sebelum keputusan itu dibuat.
Sementara itu kinerja mata uang Rupiah pada perdagangan hari ini menguat ke level 17.970 per DolarAS.
Minimnya topangan sejumlah indikator keuangan dari AS, membuat Dolar AS rawan mengalami koreksi selama sesi perdagangan berlangsung.
“Rupiah terpantau stabil cenderung menguat jelang kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia. Kondisi ini membuka ruang bahwa Bank Indonesia bisa saja tidak menaikkan bunga acuan pada perdagangan hari ini,” sebutnya.
Terpisah harga emas dunia melemah ke level US$4.117 per ons troy atau sekitar Rp2,39 juta per gram. Harga emas terpantau melemah setelah spekulasi kenaiakn bunga acuan menguat seiring dengan kenaikan harga minyak mentah di pekan ini. (juli simanjuntak)
(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Pasar Tunggu Kebijakan Bank Indonesia, Rupiah Dibuka Menguat "
Posting Komentar