IMF Beri Kabar Baik Ke Pasar, IHSG Ditutup Menguat, Tapi Rupiah Tetap Melemah
Penguatan IHSG ini terjadi di saat mayoritas bursa saham di Asia ditutup melemah pada perdagangan hari ini.
Sementara itu mata uang Rupiah juga ditutup melemah di level 17.895 per Dolar AS setelah sempat diperdagangkan di atas 17.900.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, pasar keuangan domestik sempat mendapatkan kabar baik dari IMF (International Monetary Fund) yang memperkirakan Indonesia akan mampu tumbuh 5,1% di tahun 2026 ini.
Proyeksi tersebut setidaknya menepis keraguan sejumlah pihak yang melihat Indonesia akan kesulitan untuk mempertahankan pertumbuhan dikisaran angka 5%.
Namun kabar tersebut tidak sepenuhnya menepis kekhawatiran pelaku pasar akan kemungkinan memburuknya kinerja sektor keuangan.
Karena pada perdagangan selanjutnya pasar akan disuguhkan data inflasi AS yang akan menentukan arah kebijakan suku bunga acuan Bank Sentral AS kedepan. Diproyeksikan inflasi AS secara bulanan akan mencapai 2,5% secara tahunan.
“Lonjakan harga minyak mentah dunia masih menjadi pemicu utama kenaikan laju tekanan inflasi AS secara keseluruhan,” ujar Gunawan di Medan, Rabu (14/10/2026).
Gunawan menyebut, semakin kuat ekspektasi kebijakan moneter ketat kedepan, maka semakin besar potensi tekanan pasar setelah rilis data inflasi AS tersebut. Pelaku pasar sendiri tengah mengambil posisi wait and see jelang rilis data inflasi AS.
Eskalasi tekanan pasar akan meningkat tajam, manakala AS nantinya merilis data inflasi yang jauh lebih tinggi dari perkiraan.
“Dan kondisinya kian diperburuk dengan bertahannya harga minyak mentah dunia dikisaran level US$105,8 per barel untuk jenis brent,” sebutnya.
Terpisah harga emas ditransaksikan melemah di kisaran level US$4.143 per ons troy atau sekitar Rp2,39 juta per gram. (juli simanjuntak)
(Medan)

Belum ada Komentar untuk "IMF Beri Kabar Baik Ke Pasar, IHSG Ditutup Menguat, Tapi Rupiah Tetap Melemah"
Posting Komentar