IHSG Kembali Terpuruk Cukup Dalam, Rupiah Ditutup Menguat
LensaMedan – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah dan ditutup di level terendahnya di level 5098.057.
Padahal IHSG sempat menguat di sesi awal perdagangan, dan sempat menyentuh level 5.320 sebagai level tertingginya.
IHSG berada di zona hijau hanya di menit awal pembukaan, selebihnya IHSG diperdagangkan di zona merah hingga penutupan. Ada 624 emiten yang membukukan pelemahan, 98 saham naik dan 74 saham ditutup stabil.
Asing masih membukukan transaksi jual bersih senilai Rp1,08 Triliun pada perdagangan hari ini.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, pasar keuangan domestik lagi-lagi bergerak dengan sentimennya sendiri dan seakan tidak terpengaruh sentimen regional.
Padahal mata uang Rupiah mampu ditutup menguat di level 18.125 per dolar AS. Mata uang Rupiah diuntungkan dengan keputusan Bank Sentral AS yang menahan besaran bunga acuannya.
“Meskipun tidak banyak membantu kinerja IHSG, kebijakan The Fed akan meringankan kebijakan moneter di banyak negara lainnya,” ujar Gunawan di Medan, Kamis (29/10/2026).
Di sisi lainnya, harga emas dunia sedikit mengalami tekanan ke level US$4.038 per ons troy, atau masih berkutat dikisaran harga Rp2,37 juta per gram.
Tekanan pada harga emas lebih dipicu oleh kekhawatiran rilis data inflasi AS yang bisa saja menjadi sentimen negatif bagi pasar keuangan. Dan bukan hanya emas, pelaku pasar keuangan juga tengah fokus pada data yang sama. (juli simanjuntak)
(Medan)

Belum ada Komentar untuk "IHSG Kembali Terpuruk Cukup Dalam, Rupiah Ditutup Menguat"
Posting Komentar