Akhir Pekan, Rupiah dan IHSG Kompak Menguat
Kondisi yang tak jauh berbeda juga ditunjukan oleh kinerja mata uang Rupiah, dimana Rupiah sempat melemah di sesi perdagangan pertama di atas 17.900-an per Dolar AS sebelum akhirnya ditutup menguat tipis di level 17.875 per Dolar AS.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, penguatan IHSG dan Rupiah lebih banyak mendapatkan angin segar dari sentimen kinerja sektor keuangan regional.
Dimana Dolar AS juga turut mengalami pelemahan terhadap sejumlah mata uang di Asia seperti Bath Thailand, Hongkong Dolar hingga Rupe India.
Sejumlah indikator keuangan AS seperti USD Index dan imbal hasil US Treasury 10 tahun pada dasarnya terpantau relatif stabil di akhir pekan.
Di sisi lain, harga minyak mentah dunia perlahan mengalami penurunan selama sesi perdagangan berlangsung. Pada sesi perdagangan Jumat (9/10/2026) sore, harga minyak mentah ditransaksikan dikisaran level US$102.8 per barel.
Penurunan harga minyak mentah tersebut juga turut membuat tekanan pada pasar keuangan global melemah, sehingga memberikan ruang penguatan sesaat hingga nantinya ada sentimen yang lebih kuat.
“Sementara dari tanah air, data penjualan ritel pada bulan Agustus secara tahunan membukukan kenaikan sebesar 1,3%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi bulan sebelumnya di level 1,1%,” ujar Gunawan.
Terpisah harga emas dunia ditransaksikan menguat ke level US$4.180 per ons troy atau sekitar Rp2,4 juta per gramnya. Harga emas tertolong dari melemahnya harga minyak mentah dunia di akhir pekan. (juli simanjuntak)
(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Akhir Pekan, Rupiah dan IHSG Kompak Menguat"
Posting Komentar