The Fed Beri Sinyal Tahan Suku Bunga, IHSG hingga Emas Menguat
Grafik pergerakan IHSG. Pada sesi pertama perdagangan Jumat (4/9/2026), IHSG dibuka di zona hijau.lensamedan-istLensaMedan - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka menguat ke level 6.695.
Penguatan IHSG ini menurut Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, sejalan dengan penguatan mayoritas bursa saham di Asia.
Sentimen pasar pada perdagangan pagi ini cukup solid setelah Bank Sentral AS memberikan sinyal untuk tidak menaikkan bunga acuan dalam kurun waktu dua pekan yang akan datang.
Sinyal kebijakan tersebut menjadi angin segar bagi kinerja IHSG dan mata uang Rupiah.
Rencana kebijakan tersebut merupakan sinyal bagi kemungkinan tekanan inflasi yang lebih rendah.
"Dan bisa menjadi kabar baik bagi Bank Sentral di negara lain untuk tidak menaikkan besaran bunga acuannya juga," ujar Gunawan di Medan, Jumat (4/9/2026).
Gunawan menyebut, arah kebijakan Bank Sentral sejauh ini menepis kekhawatiran pelaku pasar akan kemungkinan kebijakan moneter ketat setelah kenaikan bunga acuan.
Pelaku pasar belakangan ini dikhawatirkan dengan kenaikan harga minyak mentah dunia yang bisa menyulut lonjakan inflasi dan merubah arah kebijakan suku bunga ke arah yang lebih ketat.
Angin segar dari rencana kebijakan Bank Sentral akan menjadi sentimen positif terhadap IHSG dan Rupiah pada perdagangan hari ini.
Rupiah sendiri ditransaksikan menguat ke level 17.625 per Dolar AS pada sesi perdagangan pagi.
"IHSG dan Rupiah berpeluang berada di zona hijau selama sesi pedagangan berlangsung," sebutnya.
Terpisah harga emas dunia ditransaksikan menguat ke level US$4.472 per ons troy atau sekitar Rp2,54 juta per gram. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "The Fed Beri Sinyal Tahan Suku Bunga, IHSG hingga Emas Menguat"
Posting Komentar