Tekanan Pasar Keuangan Berlanjut, IHSG dan Rupiah Ditutup Melemah
Grafik pergerakan IHSG. Pada perdagangan Selasa (15/9/2026), IHSG ditutup melemah cukup dalam ke level 6461.153.lensamedan-istLensaMedan – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah sejalan dengan memburuknya kinerja mayoritas bursa saham di Asia.
IHSG sempat berada di zona hijau setelah menyentuh level tertingginya 6.549. Namun itu hanya terjadi di sesi pembukaan perdagangan saja, selanjutnya IHSG berada dalam tekanan dan sekaligus menutup perdagangan hari ini di level terendahnya 6.461.
IHSG ditutup melemah cukup dalam 1.13% dengan kontribusi penurunan disumbangkan oleh sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti BMRI, BBCA, BBRI, AMMN, ASII, BBNI hingga HMSP.
Di sisi lain kinerja mata uang Rupiah ditutup melemah ke level 17.680 per Dolar AS. Selama sesi perdagangan berlangsung mata uang Rupiah bergerak di level 17.675 hingga sedikit di atas 17.700.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, pasar keuangan global saat ini tengah dibayangi oleh tekanan jual pada surat hutang yang saat ini telah melanda pasar obligasi AS.
Imbal hasil atau yield US treasury yang melompat tinggi hingga menembus level 5% berpeluang memicu terjadinya tekanan pada pasar obligasi di negara lain. Tanpa terkecuali pasar obligasi tanah air.
Kenaikan USD Index serta kenaikan yield US Treasury sejauh ini lebih banyak menekan kinerja mata uang Rupiah.
“Ditambah harga minyak mentah dunia yang bertahan dikisaran US$107 per barel, yang mendorong kekuatiran tambahan akan laju kenaikan inflasi,” ujar Gunawan di Medan, Selasa (15/9/2026).
Terpisah harga emas dunia ditransaksikan melemah ke level US$4.273 per ons troy atau sekitar Rp2,44 juta per gram. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Tekanan Pasar Keuangan Berlanjut, IHSG dan Rupiah Ditutup Melemah "
Posting Komentar