Pelaku Pasar Waspadai Erupsi Gunung Anak Krakatau, IHSG masih Dibuka di Zona Hijau
LensaMedan - Harga minyak mentah dunia kembali alami kenaikan mendekati US$100 per barel. Harga minyak mentah naik ditengah aksi jual beli serangan antara Iran dengan AS yang menyasar sejumlah fasilitas minyak. Harga minyak mentah dunia saat ini ditransaksikan naik dikisaran US$96,5 per barel untuk jenis Brent.
Dari tanah air, Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, pelaku pasar tengah menanti rilis data cadangan devisa yang akan diumumkan oleh BI. Data tersebut akan menjadi sentimen pasar di tanah air.
Selain itu pelaku pasar saat ini tengah terjaga dan mengamati erupsi gunung anak Krakatau yang mengganggu jadwal penerbangan di kawasan Asia Tenggara.
Sejauh ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mampu dibuka menguat pada level 6.652. Penguatan IHSG terpengaruh kinerja mayoritas bursa saham di Asia yang berada di zona hijau.
“Namun erupsi yang memburuk berpeluang menciptakan gangguan lanjutan terhadap sektor keuangan di tanah air,” ujar Gunawan di Medan, Senin (7/9/2026).
Sementara itu mata uang Rupiah ditransaksikan melemah ke level 17.665 per Dolar AS. Di sisi lain harga emas dunia ditransaksikan melemah ke level US$4.414 per ons troy atau sekitar Rp2,52 juta per gram. Inflasi masih menjadi topik utama yang menghantui kinerja pasar keuangan maupun pasar komoditas ditengah memburuknya tensi geopolitik.
Secara keseluruhan kata Gunawan, tidak ada agenda ekonomi di wilayah Asia yang berpengaruh besar terhadap IHSG maupun Rupiah.
“Pelaku pasar saat ini tengah mewaspadai potensi gangguan benacana alam serta memburknya tensi geopolitik yang bisa menyulut kreoksi besar pada sektor keuangan secara fundamental,” tutup Gunawan. (juli simanjuntak)
(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Pelaku Pasar Waspadai Erupsi Gunung Anak Krakatau, IHSG masih Dibuka di Zona Hijau "
Posting Komentar