Libatkan Rumah Ibadah, Kemenag Pastikan Anak Dapat Pendidikan Agama

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar.lensamedan-kemenag.go.id

LensaMedan - Kementerian Agama melibatkan sejumlah rumah ibadah dalam memenuhi kebutuhan pendidikan agama bagi anak-anak yang belum memiliki akses kepada guru agama. 

Menteri Agama RI (Menag), Nasaruddin Umar, mengatakan, pola tersebut menjadi salah satu langkah Kemenag memastikan setiap anak tetap memperoleh pendidikan agama sekaligus memperkuat peran rumah ibadah di tengah masyarakat.

“Anak-anak tidak boleh tidak belajar agama. Makanya langkah yang kami lakukan adalah bekerja sama dengan rumah-rumah ibadah. Ada sejumlah anak-anak yang tidak bisa belajar agama, terutama di daerah Papua dan Indonesia timur. Kami titipkan anak-anak itu ke masjid untuk diajarkan agama. Yang beragama Kristen, kami juga titipkan ke gereja untuk diajarkan agama, begitu pun dengan anak dengan agama lainnya.” ujar Menag saat memberikan arahan pada Dialog Nasional Pimpinan Sinode Kristen di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Menurut Menag, rumah ibadah yang memiliki sumber daya keagamaan dapat dilibatkan untuk membantu pembinaan anak sesuai agamanya. Pendekatan tersebut sekaligus memperluas fungsi rumah ibadah sebagai ruang pendidikan dan pembinaan.

“Setiap rumah ibadah itu ada orang-orang yang memiliki kemampuan untuk memberikan penanaman agama. Walaupun secara metodik mungkin tidak sebaik guru, tetapi lebih baik ada penanaman pendidikan agama daripada tidak ada sama sekali,” kata Menag.

Menag mengatakan, pendidikan agama semestinya menjadi sarana menanamkan kasih sayang, bukan doktrin yang mempertentangkan satu agama dengan agama lainnya. 

"Kemenag juga tengah mengukur dampak pendidikan keagamaan terhadap perilaku peserta didik, termasuk bagaimana nilai kasih sayang tersebut tercermin dalam hubungan mereka dengan sesama maupun makhluk hidup. Kita berubah menjadi guru-guru cinta. Tidak boleh mengajarkan kebencian kepada siapa pun," tuturnya.

Dalam konteks yang lebih luas, Menag mendorong agama mengambil peran dalam membangun perdamaian melalui pendekatan religious diplomacy atau spiritual diplomacy.

“Selama ini diplomasi kita sangat formal, terlalu logis, terlalu formal. Manusia tidak boleh dibatasi oleh agama, etnik, jenis kelamin, negara, dan sebagainya. Jadi kita mencoba memperkenalkan religious diplomacy, atau mungkin lebih tepatnya spiritual diplomacy," pungkas Menag. (*)


(Jakarta)


Belum ada Komentar untuk "Libatkan Rumah Ibadah, Kemenag Pastikan Anak Dapat Pendidikan Agama"

Posting Komentar

Sekolah Retak dan Hanya punya 7 Kelas, Rico Waas Siapkan Pembangunan SDN 064999 Marelan Jadi 2 Lantai

LensaMedan - Tidak hanya gelar gotong royong dan pengerjaan drainase di Jalan Marelan II, Pasar 4 Timur, Wali Kota Medan Rico Waas juga tur...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel