IHSG Terperosok ke Zona Merah sementara Rupiah Menguat
Grafik pergerakan IHSG. Pada perdagangan Jumat (4/9/2026), IHSG tak mampu mempertahankan kinerja positif dan akhirnya ditutup melemah di zona merah.lensamedan-istSejumlah emiten yang turut memicu koreksi IHSG pada perdagangan hari ini diantaranya ada BBRI, BMRI, BBCA, ASII hingga ANTM.
Sebelum terkoreksi, IHSG sempat menyentuh level 6.704 sebagai level tertinggi selama sesi perdagangan berlangsung, dan titik terendahnya sempat menyentuh level 6.633.
“Untuk kali ini, IHSG ditutup melemah saat mayoritas bursa di Asia justru ditutup menguat,” ujar Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, di Medan, Jumat (4/9/2026).
Selain itu, kata Gunawan, koreksi yang terjadi pada IHSG juga tidak sejalan dengan penguatan Rupiah. Di akhir pekan Rupiah ditutup menguat ke level 17.635.
Rupiah bahkan sempat menguat hingga ke level 17.625, namun tidak banyak menolong IHSG yang justru bergerak ke zona merah. Padahal Rupiah mampu bertahan di zona hijau selama sesi perdagangan.
Rupiah tidak menyia-nyiakan pelemahan kinerja USD Index ke level 99.06. Terlebih harga minyak mentah alami penurunan ke level US$95 per barel pada perdagangan sore.
“Tekanan pada Dolar AS turut dipicu oleh statemen Bank Sentral AS yang akan mempertahankan besaran bunga acuannya,” sebut Gunawan.
Terpisah, harga emas diperdagangkan stabil di kisaran level US$4.477 per ons troy, atau masih dikisaran Rp2,5 juta per gram. Harga emas diuntungkan dari arah kebijakan The Fed yang cenderung dovish. Ditambah dengan sentimen geopolitik yang cenderung sepi di akhir pekan.
Emas masih berpeluang untuk lanjutkan kenaikan, ditengah rencana buyback surat hutang pemerintah AS. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "IHSG Terperosok ke Zona Merah sementara Rupiah Menguat"
Posting Komentar