Harga Minyak Mentah Naik ke Level $108 Per Barel, IHSG dan Rupiah Terkoreksi Hebat
LensaMedan - Tekanan jual pada obligasi atau surat hutang AS kembali melanda dan memicu kenaikan imbal hasil atau yield treasury 10 tahun ke level 4,961%.
Langkah Departemen Keuangan AS yang membatasi maksimal operasi pembelian kembali utang jangka panjang sebanyak US$6 miliar telah gagal meredam tekanan jual. Bahkan departemen keuangan AS dikabarkan hanya menyerap sebanyak US$5,19 miliar.
Pembelian kembali (buyback) surat hutang AS jauh lebih rendah dari besaran penawaran yang masuk sekitar US$10 miliar. Di sisi yang berbeda, kinerja USD Index mengalami pelemahan di level 99,09.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, dinamika pasar keuangan khususnya obligasi AS berpeluang memicu tekanan pada mata uang Rupiah.
Tekanan ini sudah tergambar saat sesi pembukaan perdagangan pagi dimana Rupiah ditransaksikan melemah ke level 17.585.
Selain sentimen buruk dari pasar obligasi, IHSG dan Rupiah juga harus menghadapi tekanan lanjutan yang diakibatkan dari kenaikan harga minyak mentah dunia.
Pada sesi perdagangan di Asia, harga minyak mentah mengalami kenaikan dikisaran US$108 per barel untuk jenis Brent.
Penasehat Gedung Putih AS menyatakan bahwa perang dengan Iran berpotensi untuk berlarut-larut hingga 2029 mendatang.
Pasar saham di Asia merespon dengan diperdagangkan melemah pagi ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga melanjutkan tren pelemahan dengan dibuka terkoreksi di level 6.552.
“Kinerja IHSG dan Rupiah sangat rawan terbawa arus pelemahan sektor keuangan dikawasan Asia. Tekanan yang terjadi juga masih sulit untuk dipetakan seiring lompatan baru pada harga minyak mentah dunia,” ujar Gunawan di Medan, Jumat (11/9/2026).
Terpisah harga minyak emas dunia juga mengalami koreksi yang cukup tajam, sejalan dengan memburuknya ekspektasi laju tekanan inflasi kedepan.
Harga emas saat ini ditransaksikan melemah ke level US$4.321 per ons troy, atau sekitar Rp2,48 juta per gram.
Meroketnya harga minyak memupuskan harapan kebijakan moeter yang lebih longgar, dan kembali membangkitkan rencana kenaikan suku bunga acuan yang bisa menekan harga emas. (juli simanjuntak)
(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Harga Minyak Mentah Naik ke Level $108 Per Barel, IHSG dan Rupiah Terkoreksi Hebat"
Posting Komentar