Dukung Penambahan Anggaran 2027, Komisi X Minta Indikator Keberhasilan Perpusnas Tak Sekadar Koleksi dan Kunjungan
Ketua Komisi X DPR RI, Agung Widyantoro, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi X DPR RI dengan jajaran Eselon I Perpusnas di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).dpr.go.idLensaMedan - Ketua Komisi X DPR RI, Agung Widyantoro, mempertanyakan ukuran yang digunakan Perpusnas dalam menentukan keberhasilan program-program perpustakaan. Menurutnya, indikator tersebut harus mampu menggambarkan dampak keberadaan perpustakaan terhadap masyarakat.
"Saya ingin menanyakan kepada Bapak-Ibu, sebetulnya bagaimana kami bisa menilai indikator keberhasilan Perpustakaan Nasional? Apakah kami mengukur dari jumlah koleksi yang dimiliki atau juga kita bisa melihat dari jumlah kunjungan atau malah justru jumlah kegiatan?" ungkap Agung saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi X DPR RI dengan jajaran Eselon I Perpusnas di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, ukuran keberhasilan tidak seharusnya berhenti pada indikator administratif berupa jumlah koleksi atau kegiatan yang telah dilaksanakan. Sebab, tujuan utama keberadaan perpustakaan adalah membangun budaya membaca dan meningkatkan kualitas literasi masyarakat.
"Saya yakin, seyakin-yakinnya, kalau kita ingin membangun peradaban, maka kita harus berpikir keras bagaimana meningkatkan minat baca, baik itu buku, literasi konvensional maupun digital," ujar Politikus Fraksi Partai Golkar itu.
Lebih lanjut, Agung meminta agar setiap program perpustakaan yang telah mendapatkan dukungan anggaran tidak berhenti setelah pembangunan fisik atau pengadaan selesai. Menurutnya, keberlanjutan dan pemanfaatan program di daerah juga harus menjadi bagian dari evaluasi.
"Program-program yang sudah terimplementasi di daerah, progres kemajuannya seperti apa? Jangan sampai berhenti sampai, maaf dalam tanda petik, proyek pengadaan, proyek pembangunan fisik. Tapi setelah itu kemajuannya, progresnya seperti apa, kemudian kita tinggalkan," pungkas Agung.
Dorong Perpusnas Pastikan Anggaran 2027 Perkuat Budaya Literasi
Pada kesempatan yang sama, Komisi X secara khusus menyampaikan harapan agar penguatan budaya literasi nasional menjadi fokus Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI seiring dukungan anggaran yang diberikan DPR RI untuk Tahun Anggaran 2027.
Tambahan anggaran tersebut diharapkan tidak hanya memperluas program dan layanan perpustakaan, tetapi juga menghasilkan dampak nyata terhadap peningkatan literasi masyarakat di berbagai daerah.
"Berdasarkan pagu anggaran dan usulan tambahan terhadap pagu anggaran Perpusnas RI pada RAPBN Tahun 2027, Komisi X DPR RI menerima pagu anggaran Perpusnas RI menjadi sebesar Rp725.470.000.000," ujar Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani.
Menurut legislator dari Fraksi PKB itu, dukungan terhadap tambahan anggaran tersebut harus berjalan beriringan dengan berbagai catatan dan masukan Komisi X yang telah disampaikan dalam pembahasan sebelumnya.
Masukan tersebut mencakup penguatan program perpustakaan dan literasi, pemerataan layanan di daerah, hingga adaptasi perpustakaan terhadap perkembangan teknologi digital.
Lalu menegaskan, berbagai catatan tersebut harus menjadi rujukan Perpusnas dalam menjalankan program pada 2027.
"Komisi X DPR RI menekankan kepada Perpusnas RI agar menjadikan pandangan dan masukan anggota Komisi X DPR RI yang disampaikan dalam laporan singkat pembahasan Pagu Indikatif hingga Pagu Anggaran RAPBN Tahun Anggaran 2027 sebagai rujukan dalam penyusunan kebijakan, program, dan kegiatan Perpusnas RI Tahun Anggaran 2027," ujarnya.
Selain pagu Perpusnas, Komisi X menerima pagu DAK nonfisik RAPBN 2027 sebesar Rp118,75 miliar. Selanjutnya, pagu anggaran beserta usulan tambahan Perpusnas akan disampaikan kepada Badan Anggaran DPR RI untuk dibahas sesuai mekanisme pembahasan RAPBN.
Lalu mengatakan, Komisi X akan terus memperjuangkan dukungan anggaran bagi Perpusnas. Namun, dukungan tersebut juga harus disertai komitmen terhadap pelaksanaan program yang terukur dan berkelanjutan. "Insyaallah Komisi X akan tetap berjuang dan berikhtiar bersama Perpustakaan Nasional RI untuk mendapatkan tambahan anggaran," ujarnya.
Ia menambahkan, pembahasan anggaran tidak berhenti pada persetujuan pagu. Komisi X akan terus menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan anggaran yang telah disepakati benar-benar diterjemahkan menjadi program yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat budaya literasi nasional.
Dengan demikian, dukungan anggaran Perpusnas 2027 diharapkan tidak hanya menghasilkan peningkatan layanan secara administratif, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperluas akses pengetahuan, meningkatkan kualitas literasi, dan memastikan keberlanjutan program perpustakaan hingga ke daerah. (*)
(Jakarta)
Belum ada Komentar untuk "Dukung Penambahan Anggaran 2027, Komisi X Minta Indikator Keberhasilan Perpusnas Tak Sekadar Koleksi dan Kunjungan"
Posting Komentar