Beri Motivasi untuk Mahasiswa Baru Universitas Satya Terra Bhinneka, Wamen Stella Christie Berbagi 5 Tips Sukses
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Profesor Stella Christie, bersama Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YP SIM) yang juga Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan; didampingi Anggota Dewan Pembina YP SIM, Felix Harjatanaya; Ketua YP SIM, Finche Kosmanto; dan juga Rektor Satya Terra Bhinneka menekan tombol tanda dimulainya Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 Universitas Satya Terra Bhinneka, Selasa (8/9/2026).lensamedan-juli simanjuntakLensaMedan — Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Profesor Stella Christie, mengajak mahasiswa baru Universitas Satya Terra Bhinneka memanfaatkan empat tahun masa kuliah untuk belajar, mencoba berbagai pengalaman, dan membangun kemampuan yang akan berguna setelah lulus.
Profesor Stella menyebut masa kuliah merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk mengembangkan diri karena mahasiswa belum dibebani tanggung jawab kehidupan setelah lulus.
“Makna kuliah nomor satu: time to live maximally. Jangan setengah-setengah waktu kuliah, jangan setengah-setengah,” kata Stella saat memberikan motivasi pada kegiatan pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 Universitas Satya Terra Bhinneka, Selasa (8/9/2026).
Stella mengatakan, hanya sekitar 37% penduduk Indonesia pada usia yang memungkinkan untuk mengenyam pendidikan tinggi yang dapat melanjutkan kuliah. Karena itu, mahasiswa yang mendapatkan kesempatan tersebut patut bersyukur sekaligus memanfaatkannya dengan sebaik mungkin.
“Kalian beruntung dan pintar bisa kuliah di Universitas Satya Terra Bhinneka,” ujarnya.
Stella juga mendorong mahasiswa untuk memiliki ambisi. Menurutnya, ambisi merupakan hal penting selama diarahkan untuk mencapai tujuan yang positif.
Ia menilai ST Bhinneka memiliki ambisi yang baik untuk berkembang dan menjadi salah satu referensi pendidikan tinggi di tingkat global. Stella juga mengingatkan mahasiswa untuk tidak takut gagal. Karena menurutnya, kegagalan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar.
“What doesn't kill you makes you stronger. Pasti akan ada kegagalan dalam perkuliahan kalian, pasti. Tapi jangan patah hati, jangan patah semangat, karena kalau kalian bisa melampaui kegagalan itu, kalian akan menjadi lebih kuat,” ujarnya.
Stella mengingatkan mahasiswa agar tidak melupakan asal-usul, guru dan orang-orang yang telah memberikan kontribusi dalam perjalanan hidup mereka dan tidak malu dengan latar belakang mereka ketika kelak mencapai keberhasilan.
“Never forget where you come from. Kacang jangan pernah lupa pada kulitnya, karena kulit kalian adalah juga kekuatan kalian. Jangan pernah malu terhadap latar belakang kalian. Latar belakang kalianlah yang menguatkan kalian,” ujarnya.
Pesan itu sekaligus berkaitan dengan perjalanan hidup Stella sendiri. Ia lahir di Medan dan mengaku baru mulai belajar bahasa Inggris ketika SMP.
Namun, ia kemudian mendapat beasiswa dan menempuh pendidikan hingga Harvard University sebelum berkarier sebagai akademisi di Amerika Serikat dan Tiongkok.
“Saya pun seperti adik-adik, lahir di Medan, Oma saya orang Nias, tidak belajar bahasa Inggris sejak kecil. Tetapi kalau kita ada kesempatan untuk terus belajar, kita pasti akan bisa menemukan jalan-jalan yang terbaik,” katanya.
Sofyan Tan: Pendidikan Harus Mengubah Kehidupan
Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YP SIM) yang juga Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, saat memberikan sambutan pada kegiatan PKKMB, Selasa (8/9/2026).lensamedan-juli simanjuntakSebelumnya, Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YP SIM) yang juga Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, mengatakan, gagasan mendirikan lembaga pendidikan berangkat dari pengalaman hidupnya sendiri.
Ia lahir dari keluarga kurang mampu di Sunggal dan melihat pendidikan sebagai salah satu jalan untuk memutus rantai kemiskinan.
“Banyak orang miskin yang tidak sekolah, tidak mampu melanjutkan sekolah sehingga tetap dalam kondisi miskin. Cita-cita saya itu adalah bagaimana mengangkat agar kehidupan keluarga itu menjadi lebih baik karena pendidikannya menjadi lebih baik,” kata Sofyan.
Dari pemikiran tersebut, Sofyan mendirikan Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda sekitar 39 tahun lalu. Ia mengingat masa awal ketika sekolah yang dibangun hanya memiliki tujuh ruang kelas dengan 17 siswa.
Kini, lembaga pendidikan tersebut telah berkembang hingga menaungi jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK, perguruan tinggi dan klinik. Sofyan mengatakan jumlah siswa dan mahasiswa yang berada di lingkungan yayasan saat ini telah mencapai sekitar 12 ribu orang, dengan sekitar 550 tenaga pendidik.
Menurutnya, perkembangan tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas lulusan.
“Semakin besar, harus semakin hebat prestasi yang diraih. Cita-cita saya di sini adalah setiap lulusan Sultan Iskandar Muda, nantinya lulusan dari Satya Terra Bhinneka, adalah orang-orang yang nanti memiliki kompetensi, memiliki kemampuan, memiliki masa depan yang baik, sehingga mampu membangun Indonesia yang subur ini,” ujarnya.
Sofyan mengatakan, Universitas Satya Terra Bhinneka dikembangkan dengan program studi yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan masa depan, mulai dari pendidikan, kesehatan, pertanian, teknologi, bisnis hingga pengelolaan hutan.
Ia mencontohkan bidang pertanian yang menurutnya penting bagi Indonesia sebagai negara agraris. Karena itu, STB memiliki program studi Agribisnis dan Agroteknologi. Di sisi lain, kebutuhan terhadap teknologi dijawab melalui Informatika dan Bisnis Digital, sedangkan kewirausahaan diarahkan untuk membekali mahasiswa agar mampu menciptakan peluang ekonomi.
Namun, menurut Sofyan, pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan lingkungan. Karena itu, Manajemen Hutan juga menjadi salah satu bidang yang dikembangkan.
“Kita boleh jadi kaya, kita boleh menjadi makmur, tetapi hutan tetap terpelihara. Itulah makna Satya Terra Bhinneka yakni setia kepada bumi agar bumi yang beraneka ragam ini bisa tumbuh berkelanjutan,” katanya.
Sofyan juga berharap mahasiswa tidak melihat pendidikan hanya sebagai jalan untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi sebagai bekal untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi diri sendiri dan masyarakat.
Sementara itu, Rektor Universitas Satya Terra Bhinneka, Bobby Christian Halim, mengatakan, kampus harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sekaligus karakter. Menurutnya, perkembangan kecerdasan buatan dan teknologi tidak boleh membuat manusia kehilangan empati dan tanggung jawab sosial.
“Teknologi harus memperkuat manusia, bukan menggantikan nilai kemanusiaan,” kata Bobby. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Beri Motivasi untuk Mahasiswa Baru Universitas Satya Terra Bhinneka, Wamen Stella Christie Berbagi 5 Tips Sukses"
Posting Komentar