Pasar Bersikap Menunggu, IHSG dan Rupiah Terkoreksi di Sesi Pagi
Grafik pergerakan IHSG. Pada sesi perdagangan pagi Senin (24/8/2026), IHSG dibuka menguat meski tak lama bergerak ke zona merah.lensamedan-istLensaMedan - Menteri keuangan AS akan mengumumkan sanksi baru bagi Iran, dimana sanksi tersebut diklaim sebagai sanksi yang paling keras dalam sejarah.
Meski demikian, sebelumnya Iran telah menepis sanksi yang akan diberikan oleh AS. Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan seiring dengan rencana sanksi tegas yang akan disampaikan AS terhadap Iran.
Harga minyak mentah jenis Brent turun dikisaran US$92,6 per barel, setelah sebelumnya nyaris menyentuh US$95 per barelnya.
Pada sesi perdagangan pagi, kinerja USD Index serta imbal hasil US Treasury 10 tahun terpantau bergerak sideways.
Kinerja mata uang Rupiah sejauh ini relatif stabil dengan kecenderungan melemah di kisaran level 17.695 per Dolar AS.
Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat dibuka menguat di level 6.544, namun demikian kondsii tersebut hanya bertahan sementara dimana IHSG juga sempat alami pelemahan tipis.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, pelaku pasar saat ini tengah menanti bagaimana sanksi yang akan diterapkan AS ke Iran.
Setelah sanksi tersebut dipublikasikan, pasar akan melakukan analisa mendalam serta memperhitungkan kemungkinan dampaknya ke pasar keuangan.
"Pasar akan lebih memilih wait and see, ditengah minimnya katalis pengegrak pasar pada perdagangan awal pekan ini," ujar Gunawan di Medan, Senin (24/8/2026).
Sementara dari dalam negeri, pelaku pasar diproyeksikan akan cenderung tidak banyak mengambil posisi beli hingga publikasi sanksi AS ke Iran diumumkan.
Terlebih pasar keuangan akan diliburkan pada perdagangan besok. Sehingga dampak dari keputusan AS ke Iran baru akan direspon pada perdagangan lusa.
"Sehingga IHSG diproyeksikan akan ditransaksikan dalam rentang 6.500 hinggga 6.580, sementara mata uang Rupiah berpeluang ditransaksikan dalam rentang 17.670 hingga 17.750," sebut Gunawan.
Di sisi lain harga emas dunia ditransaksikan naik ke level US$4.563 per ons troy, atau sekitar Rp2,6 juta per gram.
Harga emas mengalami kenaikan dipicu oleh pelemahan harga minyak mentah. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Pasar Bersikap Menunggu, IHSG dan Rupiah Terkoreksi di Sesi Pagi"
Posting Komentar