Tutup Rangkaian Orangutan Festival 2026, Run for Orangutans Bawa Pesan “Jaga Hutan Jaga Orangutan”
Pelari melewati garis start Fun Run 10K. Kegiatan yang digelar di Bukit Mas Ecopark Langkat ini merupakan agenda terakhir dari kegiatan Festival Orangutan 2026.lensamedan-istFun Run 10K yang merupakan rangkaian terakhir dari kegiatan Orangutan Festival 2026 ini membawa pesan upaya penyelamatan orangutan harus beriringan dengan menjaga hutan sebagai habitat dan ruang hidupnya.
Sebelumnya Orangutan Festival 2026 menghadirkan talkshow “Fighting Climate Change, From the Heart of the Forest” pada 18 Agustus 2026, dengan menghadirkan empat narasumber serta sesi chit chatbersama lima pesepeda dari komunitas Chemonk di Huta Coffee, Padang Sidempuan.
Kelima pesepeda tersebut menjadi bagian dari perjalanan kampanye Ekspedisi Hutan Merdeka yang diinisasi oleh Satya Bumi, di mulai dari Jakarta dan berakhir di Batang Toru.
Memulai perjalanan pada 2 Agustus 2026, mereka menempuh lebih dari 1.700 kilometer dan tiba di Jembatan Trikora, Batang Toru, pada 19 Agustus 2026, bertepatan dengan Hari Orangutan Sedunia. Perjalanan tersebut sekaligus membawa pesan “Jaga Hutan, Jaga Orangutan.”
Founder sekaligus Chairperson YOSL-OIC, Panut Hadisiswoyo, menyampaikan, Fun run ini adalah lari untuk mencapai tujuan menyelamatkan orangutan dan habitatnya.
“Kami terus berkomitmen membawa pesan ini kepada publik, kita terus bersuara, dan beraksi: selamatkan hutan, selamatkan orangutan, “ tutur Panut.
Bagi para peserta, kegiatan ini bukan sekadar aktivitas olahraga. Setiap langkah menjadi bagian dari upaya mengenalkan isu perlindungan orangutan dan habitatnya kepada publik sekaligus menjadi pengingat bahwa keberadaan orangutan sangat bergantung pada keberadaan hutan yang sehat dan terlindungi.
Rico Ajaranto peserta asal Pangkalan Susu, yang juga menjadi finisher pertama lewat catatan waktu 92 menit, turut menyampaikan pengalamannya mengikuti trail run tersebut.
“Trail run ini track-nya seru banget, banyak tantangan juga untuk kami para peserta”. Semoga semakin banyak yang peduli sama kebearadaan satwa-satwa, khususnya orangutan. Banyak satwa yang terlantar, akibat hilangnya habitat mereka karena pembangunan yang massif”, tutup Rico.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari semangat Orangutan Festival 2026: bahwa kehilangan habitat bukan hanya persoalan yang dihadapi orangutan, tetapi juga ancaman bagi berbagai satwa lainnya.
Lewat rangkaian kegiatan yang memadukan diskusi, kampanye, olahraga, dan keterlibatan masyarakat umum, Orangutan Festival 2026 membawa satu pesan yang sama, bahwa perlindungan orangutan harus dimulai dari perlindungan habitatnya. (*)
(Langkat)
Belum ada Komentar untuk "Tutup Rangkaian Orangutan Festival 2026, Run for Orangutans Bawa Pesan “Jaga Hutan Jaga Orangutan”"
Posting Komentar