IHSG Ditutup Menguat, Rupiah Bertahan di Zona Merah
Grafik pergerakan IHSG. Pada perdagangan Selasa (4/8/2026), IHSG mampu bertahan di zona hijau di sepanjang perdagangan berlangsung.lensamedan-istLensaMedan – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,37% di level 6.319,613. Penguatan IHSG terjadi disaat mayoritas bursa saham di Asia ditutup menguat. Beberapa emiten seperti BBCA, BBRI, BMRI, TLKM hingga BBNI turut berkontribusi pada penguatan IHSG di sesi perdagangan hari ini. Kinerja bursa saham mengalami pemulihan ditengah minimnya sentimen penggerak pasar.
Sementara kinerja mata uang Rupiah konsisten berada di zona merah selama sesi perdagangan berlangsung. Rupiah ditutup melemah di level 18.015 per Dolar AS, setelah sempat terpuruk hingga ke level 18.045. Rupiah mengalami tekanan secara konsisten ditengah melemahnya kinerja USD Index di bawah level 100.
Pelemahan ini menurut Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, menunjukan bahwa pelaku pasar masih fokus pada sejumlah isu dari tanah air, dimana pasar masih terus memantau proses suksesi kepemimpinan BI dalam waktu dekat.
Di sisi lain, defisit neraca perdagangan kian memperburuk proyeksi kinerja Rupiah. Volatilitas mata uang Rupiah menjadi lebih tinggi dengan kecenderungan mengalami pelemahan
“Ketidakpastian ekonomi saat eskalasi perang kembali memanas, kian mendekatkan pada kemungkinan defisit yang akan terus berlanjut. Sehingga ruang penguatan Rupiah menjadi sangat terbatas,” ujar Gunawan di Medan, Selasa (4/8/2026).
Terpisah harga emas dunia ditransaksikan menguat ke level US$4.060 per ons troy, atau masih dikisaran harga Rp2,36 juta per gram. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "IHSG Ditutup Menguat, Rupiah Bertahan di Zona Merah"
Posting Komentar