IHSG dan Rupiah Dibuka Menguat, Data PDB akan Jadi Sentimen
Grafik pergerakan IHSG. Pada perdagangan sesi pertama Rabu (5/8/2026), IHSG dibuka di zona hijau.lensamedan-istLensaMedan - AS memberikan ultimatum keras ke Iran untuk berdamai atau menghadapi kehancuran total.
AS sendiri menyatakan bahwa kemungkinan akan ada kesepakatan antara Iran dengan AS yang akan tercapai di pekan ini.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, pelaku pasar akan sangat berhati-hati dengan kemungkinan eskalasi konflik yang lebih besar di wilayah timur tengah.
"Ultimatum AS berpeluang menjadi petaka bagi kinerja sektor keuangan jika Iran justru menolak ajakan AS," ujar Gunawan di Medan, Rabu (5/8/2026).
Di sesi perdagangan pagi, mayoritas pasar saham di Asia ditransaksikan menguat.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut dibuka menguat di level 6.338,591, meskipun terpantau IHSG sempat ditransaksikan di zona merah.
Seperti halnya IHSG, mata uang Rupiah juga ditransaksikan menguat pada perdagangan pagi ini di kisaran level 17.935 per Dolar AS.
Rupiah disebutkan Gunawan akhirnya diuntungkan dari kinerja USD Index yang ditransaksikan di bawah level psikologis 100.
Tekanan pada USD Index masih berlanjut pada perdagangan hari ini, sejalan dengan melemahnya harga minyak mentah dunia di bawah level US$80 per barel.
Pernyataan dari pejabat AS terkait situasi Selat Hormuz bebas dan terbuka, ditambah dengan pernyataan bahwa kesepakatan akan terjadi dengan Iran dalam waktu dekat, memicu tekanan pada harga minyak mentah dunia.
Meski demikian, guncangan pada pasar keuangan berpeluang terjadi jika kedua belah pihak justru melakukan konfrontasi yang lebih buruk.
"Dan potensi guncangan akibat eskalasi tersebut yang menghantui pelaku pasar saat ini," katanya.
Selain tensi geoplitik yang memanas, pelaku pasar ditambahkan Gunawan juga tengah fokus pada rilis data pertumbuhan ekonomi tanah air.
Diperkirakan eknomi tanah air akan berada dikisaran 5% secara tahunan atau year on year di kuartal kedua.
Pertumbuhan tersebut cukup untuk menjaga sentimen positif di tanah air. Meskipun bukan berarti dengan rilis data PDB Indonesia, sentimen pasar akan terfokus sepenuhnya ke data tersebut.
"Karena masih ada sentimen besar eksternal yang tetap menjadi ancaman," tambahnya.
Terpisah harga emas dunia ditransaksikan menguat ke level US$4.105 per ons troy, atau sekitar Rp2,38 juta per gram.
Tekanan terhadap harga emas memudar sejalan dengan melemahnya harga minyak mentah. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "IHSG dan Rupiah Dibuka Menguat, Data PDB akan Jadi Sentimen "
Posting Komentar