IHSG dan Rupiah Bergerak Sideways, Harga Emas Alami Koreksi Teknikal
LensaMedan - Rilis data terbaru ekonomi AS menunjukan bahwa inflasi produksi AS (PPI) merealisasikan angka yang lebih rendah dibandingkan proyeksi pasar dikisaran angka 0,2%. Inflasi produsen AS nyaris tidak berubah di kisaran angka 0%.
Rilis data PPI AS memberikan gambaran perubahan harga yang relatif terjaga, dan berpeluang meredam spekulasi arah kebijakan moneter Bank Sentral AS yang bernada hawkish.
Pada sesi pembukaan perdagangan akhir pekan ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke level 6.296. Padahal kinerja mayoritas bursa saham di Asia justru ditransaksikan di zona hijau.
IHSG melanjutkan koreksi perdagangan sebelumnya setelah review MSCI (Morgan Stanley Capital International) yang dinilai tidak memberikan perubahan peringkat positif terhadap bursa saham tanah air.
Di akhir pekan ini IHSG berpeluang untuk ditransaksikan dalam rentang 6.230 hingga 6.300.
Sementara mata uang rupiah ditransaksikan menguat ke level 17.840 per Dolar AS.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, minimnya agenda ekonomi yang dirilis berpeluang membuat pasar keuangan ditransaksikan dalam rentang angka yang terbatas.
"Sentimen geopolitik yang relatif tidak banyak mengalami perubahan, belum akan menjadi ancaman bagi pasar keuangan di tanah air," ujar Gunawan di Medan, Jumat (14/8/2026).
Sementara itu harga emas dunia ditransaksikan melemah ke level US$4.321 per ons troy, atau sekitar Rp2,49 juta per gram.
Harga emas mengalami koreksi ditengah sentimen pasar yang membaik. Koreksi teknikal menjadi pemicu utama pelemahan harga emas saat ini. (juli simanjuntak)
(Medan)

Belum ada Komentar untuk "IHSG dan Rupiah Bergerak Sideways, Harga Emas Alami Koreksi Teknikal"
Posting Komentar