IHSG Bertahan di Zona Hijau, Rupiah dan Harga Emas Terkoreksi

Grafik pergerakan IHSG. Pada perdagangan Selasa (18/8/2026), IHSG berhasil mempertahankan kinerja di zona hijau hingga sesi penutupan perdagangan. IHSG ditutup menguat 0,75% ditengah koreksi yang terjadi pada kebanyakan bursa saham di Asia.lensamedan-ist

LensaMedan – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mampu bertahan di zona hijau dengan ditengah koreksi pada kebanyakan bursa saham di Asia.

IHSG sempat menyentuh level 6.490 sebelum akhirnya berbalik arah setelah mendekati level psikologis 6.500 dan ditutup menguat 0,75% di level 6.449,830. 

Sementara itu mata uang Rupiah sendiri bertahan di zona merah dan akhirnya ditutup melemah di level 17.850 per Dolar AS. 

Selama sesi perdagangan berlangsung, Rupiah sempat menyentuh level terendahnya dikisaran 17.860. Sentimen kenaikan harga minyak mentah dunia menjadi beban bagi kinerja Rupiah. 

Rupiah relatif aman dari tekanan USD Index yang stabil di level 99,6. Namun kinerja imbal hasil US Treasury 10 Tahun yang naik di level 4,75% menjadi ancaman tersendiri bagi mata uang Rupiah.

Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, kenaikan imbal hasil US Treasury tersebut memberikan indikasi kuat bahwa sentimen geopolitik mengambil peran yang sangat besar bagi tekanan Rupiah. Lonjakan pada imbal hasil US Treasury berpotensi mendorong kenaikan pada imbal hasil surat hutang pemerintah. 

“Biaya dalam menerbitkan obligasi menjadi lebih mahal. Stabilisasi mata uang Rupiah akan menelan ongkos yang lebih banyak,” ujar Gunawan di Medan, Selasa (18/8/2026).

Dolar AS masih berpeluang untuk menguat terhadap mata uang lainnya tanpa terkecuali Rupiah dalam jangka pendek. Dengan pertimbangan harga minyak mentah bertahan di atas US$90 per barel, yang bisa mendorong spekulasi kenaikan bunga acuan Bank Sentral di dunia. Sejauh ini kekhawatiran tersebut telah memicu tekanan pada harga emas dunia.

Pada sesi perdagangan sore harga emas ditransaksikan melemah di level US$4.387 per ons troy, atau sekitar Rp2,53 juta per gram. Harga emas mengalami tekanan sejalan dengan kenaikan harga minyak mentah dunia. 

Pasar menilai kemungkinan dibukanya kembali Selat Hormuz kian tidak pasti, setelah berkahirnya masa gencatan sementara antara Iran dengan AS. (juli simanjuntak)


(Medan)


Belum ada Komentar untuk "IHSG Bertahan di Zona Hijau, Rupiah dan Harga Emas Terkoreksi"

Posting Komentar

Kemdiktisaintek Siapkan Program Mahasiswa Berdampak: AKSARA Mahasiswa untuk Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana di NTT

Mahasiswa turun ke lokasi bencana NTT. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyiapkan Program Mahasiswa Be...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel