Harga BBM Non Subsidi Kembali Disesuaikan, Harga Pertamax di Sumut Turun Rp300 Per Liter
Konsumen mengantre untuk mendapatkan BBM di SPBU Tanah Tinggi, Binjai pada Juli lalu. Pada 1 Agustus 2026, Pertamina Patra Niaga kembali melakukan penyesuaian harga BBM non subsidi.lensamedan-juli simanjuntakPenyesuaian harga ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan perusahaan yang mengacu pada ketentuan dan arahan pemerintah, dengan tetap mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta daya beli masyarakat.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan bahwa penyesuaian harga BBM Non-Subsidi dilakukan secara berkala sebagai bentuk komitmen Pertamina dalam menghadirkan produk energi yang kompetitif sekaligus menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat.
"Penyesuaian harga BBM Non-Subsidi merupakan evaluasi berkala yang dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku serta mempertimbangkan dinamika harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Melalui penyesuaian ini, Pertamina Patra Niaga berharap masyarakat dapat memperoleh produk BBM berkualitas dengan harga yang semakin kompetitif, seiring dengan komitmen kami untuk terus menjaga keandalan pasokan dan pelayanan energi di seluruh wilayah Sumbagut," ujar Fahrougi di Medan, Sabtu (1/8/2026).
Untuk wilayah Provinsi Aceh dan Sumatra Utara, harga BBM Non-Subsidi untuk jenis Pertamax Turbo turun dari Rp19.750 per liter menjadi Rp18.700 per liter, sedangkan Pertamax (RON 92) turun dari Rp16.650 per liter menjadi Rp16.300 per liter.
Sementara itu, untuk wilayah Sumatra Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, harga Pertamax Turbo turun dari Rp20.150 per liter menjadi Rp19.100 per literm dan Pertamax (RON 92) turun dari Rp17.000 per liter menjadi Rp16.650 per liter.
Khusus untuk kawasan Free Trade Zone (FTZ), penyesuaian harga juga berlaku untuk produk Pertamax (RON 92) dan Pertamax Turbo. Di wilayah FTZ Sabang, Pertamax (RON 92) turun dari Rp15.250 per liter menjadi Rp14.950 per liter.
“Sementara di FTZ Batam, Pertamax (RON 92) turun dari Rp15.500 per liter menjadi Rp15.150 per liter, dan Pertamax Turbo turun dari Rp18.350 per liter menjadi Rp17.400 per liter,” katanya.
Fahrougi menambahkan bahwa Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus memastikan ketersediaan stok BBM di seluruh wilayah operasional tetap dalam kondisi aman sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan energi secara optimal.
"Dengan penyesuaian harga ini, masyarakat dapat menikmati produk BBM berkualitas Pertamina dengan harga yang lebih kompetitif. Kami juga mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai dengan kebutuhan serta memilih produk yang sesuai dengan spesifikasi kendaraannya," tutup Fahrougi. (*)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Harga BBM Non Subsidi Kembali Disesuaikan, Harga Pertamax di Sumut Turun Rp300 Per Liter "
Posting Komentar