Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sumatra Utara, Ameriza M Moesa: Tingkatkan Kapasitas Fiskal Daerah Lewat Investasi
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Utara, Ameriza M Moesa, didampingi Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Utara, Iman Gunadi; Kepala Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi DAN Perlindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatra Utara, Yovvi Sukandar; dan Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II (DJPB Sumut), Edy Purwanto, dalam kegiatan Bincang Bareng Media, Jumat (7/8/2026).lensamedan-istLensaMedan – Pertumbuhan ekonomi Sumatra Utara di semester kedua tahun 2026 diyakini masih akan mengadapi sejumlah tantangan, sehingga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Sumatra Utara.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatra Utara, Ameriza M Moesa, mengatakan, salah satu tantangan yang dihadapi adalah kapasitas fiskal daerah yang mengalami penurunan. Karena itu perlu ada upaya-upaya yang bisa dilakukan daerah untuk meningkatkan kapasitas fiskal.
Selain itu, ditengah geopolitik yang masih belum stabil, tentunya mendorong kenaikan harga komoditas seperti harga minyak dunia, batubara dan juga emas.
“Karena itu, kita harus cari motor-motor pertumbuhan ekonomi baru. Kalau di Sumatra Utara itu misalnya industri hilirasi, pariwisata, pertanian. Khusus untuk Medan itu bisa dikembangkan MICE,” ujar Ameriza saat Bincang Bareng Media, Jumat (7/8/2026).
Pada kesempatan yang sama, Deputi Direktur, Divisi Implementasi KEKDA, Edy Kristianto, mengatakan, sejak tahun lalu Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatra Utara sudah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara dan juga pemerintah provinsi di Pulau Sumatra terkait upaya menarik investasi yang diyakini menjadi kunci kemandirian fiskal dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi.
‘Selain itu, kedepannya kita melihat ada potensi investasi dari Danantara. Ini yang kita masih tunggu seperti apa project-project yang akan direalisasikan di Sumatra. Dan kalau kita lihat arahnya memang lebih ke manufaktur, hilirasi yang memang akan mendorong kita tumbuh lebih kuat lagi dan juga tentunya bisa memberikan manfaat yang lebih besar. Tetapi kembali lagi memang harus jalan dua-duanya, antara investasi yang besar dan juga investasi menengah kecil. Sehingga inklusivitasnya tetap terjadi,” kata Edy.
Deputi Direktur, Kelompok Perumusan KEKDA Provinsi, Abdul Khalim, menambahkan, keberadaan investasi skala kecil dan menengah dibutuhkan karena nantinya akan banyak menyerap tenaga kerja.
“Saat ini memang yang banyak masuk ini adalah ke kawasan industri terutama Kawasan Sei Mangkei dan Kawasan Industri Medan kami sedang mendorong masuknya investasi skala kecil dan menengah bersama dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan dinas terkait lainnya se-Sumatra,” tambah Khalim.
Turut hadir dalam kegiatan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Utara, Iman Gunadi; Kepala Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi DAN Perlindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatra Utara, Yovvi Sukandar; dan Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II (DJPB Sumut), Edy Purwanto. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sumatra Utara, Ameriza M Moesa: Tingkatkan Kapasitas Fiskal Daerah Lewat Investasi"
Posting Komentar