Benih Perang Baru Muncul di Asia, Rupiah Dibuka Melemah
Lembaran uang kertas rupiah. Di sesi pagi perdagangan Jumat (7/8/2026), nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS kembali melemah.lensamedan-istLensaMedan - Di hari terakhir perdagangan pekana ini, pelaku pasar masih menanti negosiasi lanjutan antara Iran dengan AS.
Alih-alih mendapatkan kepastian akan negosiasi tersebut, situasi geopolitik di Asia yang membara telah membuka sentimen buruk ke pasar keuangan.
Korea Utara meluncurkan rudal jarak pendek yang diarahkan ke wilayah Jepang baru-baru ini.
Ketegangan di Semenanjung Korea kembali memanas, dimana banyak bursa saham di Asia yang terkoreksi merespon kejadian tersebut.
Sementara dari pasar komoditas, harga minyak mentah kembali naik dari posisi US$80 per barel untuk jenis Brent, dan ditransaksikan dikisaran harga US$83 per barelnya.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, kinerja sektor keuangan berpeluang kembali mengalami tekanan.
Ditengah tekanan pasar yang memburuk, mata uang Rupiah pada sesi perdagangan pagi ini ditransksikan melemah ke kisaran level 17.935 per Dolar AS.
Tekanan terhadap mata uang Rupiah kembali terjadi disaat sejumlah indiaktor keuangan AS membuka ruang bagi penguatan Dolar AS.
Dimana kinerja USD Index pada sesi perdagangan pagi ini menguat mendekati level 100, atau lebih tepatnya dikisaran 99,93.
Kenaikan USD Index akan memicu tekanan pada mata uang Rupiah.
Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pembukaan perdagangan pagi ini masih mampu menguat di level 6.352.
"Berdasarkan sejumlah sentimen yang berkembang sejauh ini, IHSG diproyeksikan akan ditransaksikan dalam rentang 6.275 hingga 6.380, sedangkan mata uang Rupiah berpeluang ditransaksikan dalam rentang angka 17.900 hingga 18.000," ujar Gunawan di Medan, Jumat (7/8/2026).
Terpisah, harga emas dunia pada perdagangan pagi ini ditransaksikan melemah tipis dikisaran US$4.258 per ons troy.
Sekalipun pasar belum mendapatkan kejelasan mengenai kepastian negosiasi di Selat Hormuz, namun harga emas justru mengalami kenaikan, melawan banyaknya senetimen buruk.
Jika dirupiahkan, harga emas dunai saat ini di transaksikan dikisaran level Rp2,46 juta per gram. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Benih Perang Baru Muncul di Asia, Rupiah Dibuka Melemah"
Posting Komentar