Berbalik Arah, Rupiah Ditutup Menguat
Uang kertas Rupiah. Pada perdagangan Selasa (29/9/2026), Rupiah akhirnya mampu menguat terhadap Dolar AS.lensamedan-istLensaMedan - Mata uang Rupiah berbalik arah setelah sempat ditransaksikan dikisaran harga 18 ribuan per Dolar AS.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, Rupiah ditutup menguat tipis di level 18.960, yang turut berbarengan dengan menguatnya sejumlah mata uang di Asia terhadap Dolar AS.
USD index masih bertahan dikisaran angka yang stabil 101.33, sementara yield US Treasury 10 tahun masih bertahan di atas 5,2%, sehingga pelemahan Dolar AS pada perdagangan hari ini lebih mengarah pada tekanan teknikal serta kemungkinan adanya intervensi.
Selain sejumlah indikator keuangan tersebut, harga minyak mentah juga terpantau turun di kisaran level US$104 per barel untuk jenis Brent.
"Akan tetapi pelemahan harga minyak mentah tersebut tidak begitu banyak memberikan perubahan pada kinerja dua indikator keuangan AS selama sesi perdagangan di Asia," ujar Gunawan di Medan, Selasa (29/9/2026).
Tidak jauh berbeda dengan Rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini juga menunjukan adanya perlawanan.
Setelah sempat melemah hingga ke level 6.013, IHSG disebutkan Gunawan berbalik dan mengurangi kerugiannya, meskipun tetap ditutup melemah 0,43% di level 6.121.
"IHSG menunjukan progress perlawanan yang tidak kalah jauh berbeda dengan Rupiah," sebutnya.
Terpisah harga emas ditransaksikan menguat ke level US$4.151 per ons troy, atau sekitar Rp2,4 juta per gram. Pelemahan harga minyak mentah menjadi pemicu penguatan emas. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Berbalik Arah, Rupiah Ditutup Menguat"
Posting Komentar