3.000 Hektar Kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading Langkat Timur Laut Sudah Berhasil Dipulihkan
Kepala Balai Besar KSDA Sumatra Utara, Novita Kusuma Wardani, menunjukkan pohon bakau yang akan ditanam saat mengikuti kegiatan peringatan Hari Konservasi Alam Nasional 2026 di Desa Karang Gading Labuhan Deli, Deli Serdang, Senin (10/8/2026). Kegiatan penanaman pohon bakau ini merupakan salah satu upaya Balai Besar KSDA Sumatra Utara memulihkan kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading dan Langkat Timur Laut yang mengalami degradasi akibat perubahan fungsi lahan.lensamedan-juli simanjuntakKepala Balai Besar KSDA Sumatra Utara, Novita Kusuma Wardani, mengatakan, di tahun ini, pihaknya menargetkan bisa melakukan pemulihan ekosistem dengan menanam kembali bakau di areal seluas 398 hektar.
Secara keseluruhan hingga saat ini, sekitar 3.000 hektar sudah berhasil dipulihkan lewat berbagai program yang melibatkan berbagai pihak.
"Sehingga mudah-mudahan kita mengembalikan kondisi mangrove di SM Karang Gading supaya berfungsi optimal untuk mencegah abrasi, untuk perlindungan habitat satwa-satwa air dan sebagainya," ujar Novita usai penanaman mangrove dalam rangka Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional 2026 di Desa Karang Gading Labuhan Deli, Deli Serdang, Senin (10/8/2026).
Hasil nyata dari penanaman kembali mangrove yang sudah dilakukan secara berkesinambungan, kata Novita sudah terlihat dengan munculnya kembali unggas sejenis bangau yang sempat lama tak nampak.
"Selain itu, kami juga tak hanya sekedar menanam, tapi juga ada melepasliarkan beberapa satwa secara bertahap. Harapannya dengan pulihnya ekosistem, satwa liar akan kembali ke sini," kata Novita.
Lebih jauh dikatakan Novita, untuk penertiban hukum sendiri sudah sebagian tertangani terutamanya yang berhubungan dengan masyarakat. Lewat pendekatan Persetujuan Dimuka Tanpa Paksaan (Mediatapa), masyarakat secara sukarela menyerahkan lahan yang selama ini dikelola.
"Dan yang masih berkasus pun terus kita kawal agar bisa kita pulihkan," tegasnya.
Pada peringatan tahun 2026, peringatan HKAN yang dipusatkan di Taman Wisata Alam (TWA) Angke, Jakarta, mengusung tema "Konservasi Alam Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia" yang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan generasi dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kehutanan menargetkan pencapaian keseimbangan degradasi lahan seluas 12,3 juta hektare hingga tahun 2030 mendatang.
Rehabilitasi mangrove termasuk didalamnya yang difokuskan melalui program Mangrove for Coastal Resilien (M4CR) di empat provinsi prioritas, yaitu Riau, Sumatra Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara, dengan target luas 41.000 hektare hingga tahun 2027. (juli simanjuntak)
(Deli Serdang)
"Sehingga mudah-mudahan kita mengembalikan kondisi mangrove di SM Karang Gading supaya berfungsi optimal untuk mencegah abrasi, untuk perlindungan habitat satwa-satwa air dan sebagainya," ujar Novita usai penanaman mangrove dalam rangka Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional 2026 di Desa Karang Gading Labuhan Deli, Deli Serdang, Senin (10/8/2026).
Hasil nyata dari penanaman kembali mangrove yang sudah dilakukan secara berkesinambungan, kata Novita sudah terlihat dengan munculnya kembali unggas sejenis bangau yang sempat lama tak nampak.
"Selain itu, kami juga tak hanya sekedar menanam, tapi juga ada melepasliarkan beberapa satwa secara bertahap. Harapannya dengan pulihnya ekosistem, satwa liar akan kembali ke sini," kata Novita.
Lebih jauh dikatakan Novita, untuk penertiban hukum sendiri sudah sebagian tertangani terutamanya yang berhubungan dengan masyarakat. Lewat pendekatan Persetujuan Dimuka Tanpa Paksaan (Mediatapa), masyarakat secara sukarela menyerahkan lahan yang selama ini dikelola.
"Dan yang masih berkasus pun terus kita kawal agar bisa kita pulihkan," tegasnya.
Pada peringatan tahun 2026, peringatan HKAN yang dipusatkan di Taman Wisata Alam (TWA) Angke, Jakarta, mengusung tema "Konservasi Alam Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia" yang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan generasi dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kehutanan menargetkan pencapaian keseimbangan degradasi lahan seluas 12,3 juta hektare hingga tahun 2030 mendatang.
Rehabilitasi mangrove termasuk didalamnya yang difokuskan melalui program Mangrove for Coastal Resilien (M4CR) di empat provinsi prioritas, yaitu Riau, Sumatra Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara, dengan target luas 41.000 hektare hingga tahun 2027. (juli simanjuntak)
(Deli Serdang)
Belum ada Komentar untuk "3.000 Hektar Kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading Langkat Timur Laut Sudah Berhasil Dipulihkan"
Posting Komentar