Sumatra Utara Inflasi 0,23% di Bulan Juni, Asim Saputra: Dipicu Kenaikan Bensin dan Bawang Putih

Kepala Badan Pusat Statistik Sumatra Utara, Asim Saputra saat menyampaikan berita resmi statistik, Rabu (1/7/2026).lensamedan-juli simanjuntak

LensaMedan – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatra Utara mencatat Sumatra Utara pada bulan Juni 2026 mengalami inflasi sebesar 0,23%  secara month to month (m-to-m), dan 4,79% secara year on year (y-on-y).

Jika dilihat berdasarkan kelompok pengeluaran, maka inflasi m-to-m dominasi disumbang kelompok transportasi yang mengalami inflasi sebesar 2,37%  dengan andil inflasi sebesar 0,23%. 

Sementara inflasi y-on-y dominasi disumbang kelompok makan, minum dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 7,57% dengan andil inflasi sebesar 2,70%.

Kepala Badan Pusat Statistik Sumatra Utara, Asim Saputra, menyebutkan inflasi m-to-m Sumatra Utara didorong inflasi yang terjadi pada 5 komoditas, yakni bensin yang memberi andil inflasi 0,14%, bawang putih dengan andil inflasi 0,08%, angkutan udara dengan andil inflasi 0,08% dan cabai merah serta cabai rawit dengan andil masing-masing 0,05%.

“Sementara untuk inflasi y-on-y didorong inflasi yang terjadi pada komoditas emas perhiasan dengan andil inflasi 0,53%, cabai merah (0,441%), bensin (0,18%), beras (0,17%) dan juga cabai rawit dengan andil inflasi 0,17%,” ujar Asim saat memaparkan Berita Resmi Statistik, Rabu (1/7/2026).

Asim menyebutkan, dari 8 kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumatra Utara, inflasi m-to-m dan inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kota Gunung Sitoli yang tercatat sebesar  0,53% dan 6,25%, sementara yang terendah tercatat di Kabupaten Karo sebesar 0,03% dan 4,46%.

“jika dilihat secara keseluruhan memang inflasi y-on-y sudah jauh di atas target inflasi 2,5% plus minus 1%, artinya sudah memerlukan perhatian serius. Kuncinya kalau menurut penilaian kami ada di penanganan komoditas cabai merah dan bawang putih, termasuk emas perhiasan,” sebut Asim. 

Dari catatan BPS, kata Asim melanjutkan, secara kumulatif hingga Juni 2026, bawang putih sudah mengalami inflasi 12,73%. Di bulan Juni, kenaikan harga bawang putih tertinggi terjadi di Kota Medan yakni sebesar 2545%. Tetapi andil inflasi bawang putih tertinggi justru dialami Kabupaten Karo yakni sebesar 0,13%.

Sementara untuk komoditas cabai merah, peningkatan harga tertinggi pada bulan Juni dialami Kota Sibolga, yakni sebesar 28,6&%, dengan andil inflasi 0,21%.

“Kenaikan harga cabai merah terendah pada Juni 2026 terjadi di Kota Medan yakni sebesar 1,43%,” kata Asim. (juli simanjuntak)


(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Sumatra Utara Inflasi 0,23% di Bulan Juni, Asim Saputra: Dipicu Kenaikan Bensin dan Bawang Putih"

Posting Komentar

Pelindo Regional 1 Gelar Pelatihan Safety Awareness untuk Perkuat Budaya Keselamatan Kerja

Pelindo Regional I gelar pelatihan safety awareness, Selasa (30/6). LensaMedan – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 menggelar Pela...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel