Penguatan Rupiah Picu Kenaikan IHSG, Pasar Obligasi Tanah Air masih Menarik
Uang kertas Rupiah. Pada perdagangan Jumat (17/7/2026), Rupiah berhasil ditutup menguat.lensamedan-istLensaMedan - Kinerja mata uang Rupiah masih melanjutkan penguatan pada penutupan perdagangan akhir pekan ini.
Rupiah ditutup menguat di level 17.885 per Dolar AS, berbeda dengan kinerja Dolar AS yang justru menguat terhadap sejumlah mata uang di Asia seperti terhadap Yen Jepang, Bath Thailand, Dollar Singapura hingga Dolar Hongkong.
Analis keuangan Sumatra Utara, Benjamin Gunawan, mengatakan, pasca keputusan S&P, arus investasi yang masuk melalui pasar obligasi menjadi stimulan kuat Rupiah dalam dua hari terakhir.
Penguatan Rupiah juga mampu mendorong penguatan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Di akhir pekan, IHSG ditutup menguat 1,1% di level 6.175,535, setelah sebelumnya melemah di sesi perdagangan pagi dan sempat ditransaksikan di level 6.079 sebagai titik terendah selama sesi perdagangan berlangsung.
Penutupan IHSG di zona hijau juga kontras dengan kinerja mayoritas bursa saham di Asia yang ditutup di zona merah.
Pasar obligasi masih memiliki daya pikat yang besar untuk menarik dana investor ke pasar keuangan domestik.
"Imbal hasil atau yield yang terbilang tinggi, dimana imbal hasil obligasi pemerintah seperti SRBI (sekuritas Bank Indonesia), SBN (surat berharga negara) hingga SVBI (sekuritas valas Bank Indonesia) masih memiliki daya tarik dimata investor," ujar Gunawan di Medan, Jumat (17/7/2026).
Di sisi lain, harga emas dunia ditransaksikan sedikit membaik dikisaran harga US$3.998 per ons troy, atau masih berkutat dikisaran harga Rp2,3 juta per gram.
Harga emas masih jalan di tempat, menanti perkembangan harga minyak mentah dunia yang tengah masih cenderung bergerak menguat.
Harga minyak dalam waktu dekat akan mengandalkan sentimen perang yang ada di Selat Hormuz.
Setiap langkah untuk menutup selat hormus berpeluang mendorong kenaikan harga minyak mentah seketika. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Penguatan Rupiah Picu Kenaikan IHSG, Pasar Obligasi Tanah Air masih Menarik"
Posting Komentar