Kompetisi Kopi Jadi Pembuka KKSU 2026, Didit Widiana: Upaya Mendorong Pengembangan Industri Kopi Sumatra

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Utara, Didit Widiana, didampingi Deputi Direktur, Divisi Implementasi KEKDA, Edy Kristianto; dan Deputi Direktur, Kelompok Perumusan KEKDA Provinsi, Abdul Khalim, menyeduh kopi dengan teknik V60 sebagai penanda dimulainya kompetisi kopi yang menandai dimulainya ajang Karya Kreatif Sumatra Utara (KKSU) 2026, di Delipark Mall, Rabu (15/7/2026). KKSU 2026 digelar selama 12 hari terhitung 15 Juli hingga 26 Juli 2026.lensamedan-juli simanjuntak

LensaMedan – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Utara membawa lima misi utama dalam ajang Karya Kreatif Sumatra Utara (KKSU) yang digelar 15-26 Juli 2026 di Delipark Mall 

Lima misi utama yang merupakan implementasi dari tema besar KKSU 2026 “Dari Lokal ke Global: Mendorong UMKM yang Inovatif, Inklusif, Berkelanjutan, dan Berdaya Saing Internasional” tersebut adalah  memperkuat daya saing, membangun sinergi, memperluas akses pasar, akses pembiayaan UMKM, mendorong akselerasi digital dan adopsi teknologi, serta mengangkat identitas dan kearifan lokal Sumatra Utara sebagai diferensiasi produk kreatif.

Kelima misi ini dikatakan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Utara, Didit Widiana, diwujudkan lewat rangkaian kegiatan di KKSU 2026.

Mulai dari forum diskusi yang mendalam mengenai produk-produk unggulan dari Sumatra Utara termasuk kopi lewat talkshow, workshop dan juga pameran. 

Selain itu juga disiapkan business matching, dimana Bank Indonesia menyediakan suatu wadah untuk mempertemukan antara supply dan demand perkopian, dan juga produk-produk dari Sumatra Utara yang lain. 

“Jadi ada akses pembiayaannya, akses supply chain-nya ya, pembeli dan penjual itu nanti dia akan ada event seperti business matching. Kemudian juga ada edukasi, literasi dan kompetisi kopi yang pesertanya tidak hanya dari Sumatra tetapi juga dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura,” ujar Didit dalam sambutannya saat membuka kompetisi kopi yang menandai dimulainya KKSU 2026, Rabu (15/7/2026).

Didit menyebutkan, kompetisi kopi yang digelar kali ini adalah sebagai upaya mendorong pengembangan industri kopi Sumatra dari hulu hingga hilir. Apalagi Sumatra diketahui merupakan salah satu daerah penghasil kopi terbaik di dunia, bukan hanya di Indonesia. 

Potensi besar ini perlu terus didorong agar tidak hanya unggul dari sisi produksi, tetapi juga mampu menghasilkan nilai tambah yang semakin tinggi. 

Ada banyak kategori yang diperlombakan, seperti Cup Taster, Manual Brew, Barista, Latte Art, Coffee Blend, dan Roasting. Jadi bukan hanya sekedar kompetisi, tapi juga menjadi ajang pembelajaran, sharing pengalaman, sharing pengetahuan, peningkatan kompetensi, pertukaran inovasi dan standarisasi kualitas bagi seluruh pelaku industri kopi. 

“Melalui kegiatan ini, kami mendorong penguatan industri kopi secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kualitas budidaya, pasca panen, roasting, penyajian, hingga branding dan pemasaran. Dengan demikian, kopi Sumatra tidak hanya dikenal di lokal sebagai kopi berkualitas, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang semakin tinggi, sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi UMKM maupun pelaku industri kopi,” sebut Didit. 

Dikatakan Didit, masyarakat Sumatra, khususnya Kota Medan, memiliki kedekatan yang sangat kuat dengan budaya minum kopi. Didit pun mengakui ada perubahan dalam kebiasaannya meminum kopi.

“Saya sendiri baru sekitar lima hingga enam bulan bertugas di Sumatra Utara. Dulu saya jarang minum kopi, tetapi sejak bertugas di sini justru semakin sering menikmati kopi. Ternyata kopi-kopi di Sumatra Utara memang luar biasa, dengan beragam karakteristik dan cita rasa yang khas,” ucapnya. 

Di ujung kata sambutannya, Didit menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antara komunitas, pencinta kopi, pemerintah daerah, dan Bank Indonesia untuk memperluas pasar kopi Sumatra. 

Kehadiran peserta dari berbagai provinsi maupun negara sahabat pada kompetisi diharapkan tidak hanya menghasilkan para pemenang, tapi juga membuka peluang jejaring bisnis, pertukaran pengetahuan, kerja sama perdagangan, dan akses pasar yang semakin luas pada kopi Sumatra. 

“Kami mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi dalam mempromosikan kopi Sumatra di berbagai ajang nasional maupun internasional. Dengan semakin luasnya pasar yang dijangkau, kita optimis permintaan terhadap kopi Sumatra akan terus meningkat, memberikan nilai tambah yang lebih besar, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani UMKM dan seluruh pelaku industri kopi,” ucap Didit mengakhiri sambutannya.

Selain kompetisi kopi, KKSU 2026 yang penyelenggaraannya dipusatkan di Delipark Mall juga diisi dengan pameran produk UMKM khas Sumatra Utara, mulai dari UMKM kuliner hingga wastra seperti kain ulos. (juli simanjuntak)


(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Kompetisi Kopi Jadi Pembuka KKSU 2026, Didit Widiana: Upaya Mendorong Pengembangan Industri Kopi Sumatra "

Posting Komentar

Lokot Nasution: Nias Terisolasi Karena Minimnya Keberpihakan Infrastruktur

Anggota Komisi V DPR RI, Lokot Nasution, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Keme...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel