Harga Minyak Mentah Naik Dekati US$100 Per Barel, Rupiah masih Mampu Menguat sementara IHSG Terpuruk di Zona Merah

Uang kertas Rupiah. Pada perdagangan Kamis (23/7/2026), nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS berbalik menguat setelah sebelumnya di awal perdagangan ditransaksikan melemah.lensamedan-ist

LensaMedan - Kinerja mata uang Rupiah membaik dan ditutup di level 17.890 per Dolar AS. Selama sesi perdagangan berlangsung Rupiah sempat melemah hinga ke level 17.930, namun mampu mengurangi kerugiannya dan berbalik arah pada sesi perdagangan kedua. 

Sayang penguatan Rupiah disebutkan Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, justru tidak mampu diikuti oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup melemah 0,3% di level 6.315,311.

Koreksi yang terjadi pada IHSG juga bertolak belakang dengan mayoritas bursa saham di Asia yang justru parkir di zona hijau. 

Sentimen pasar masih dipengaruhi oleh gejolak perang di Timur Tengah yang kembali mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia. Pada perdagangan sore harga minyak mentah jenis Brent naik dikisaran level US$98 per barel.

Serangan terbaru terhadap kapal tanker minyak di wilayah yang berdekatan dengan Arab Saudi menjadi pemicu lompatan harga minyak mentah saat ini. 

Kekhawatiran pelaku pasar kian menjadi-jadi karena serangan tersebut diluncurkan oleh pihak Houthi Yaman. Eskalasi konflik melebar ke wilayah lain dan menebar ancaman pada pasar komoditas maupun pasar uang. 

“Terlebih AS juga terus memberikan tekanannya ke Iran belakangan ini,” ujar Gunawan di Medan, Kamis (23/7/2026). 

Gunawan menyebut, kenaikan harga minyak mentah dunia yang terjadi saat ini dampaknya akan semakin memburuk terhadap kinerja pasar keuangan domestik, dimana lonjakan harga minyak berpeluang menciptakan dorongan bagi Dolar AS untuk lanjut menguat terhadap mata uang Rupiah maupun pasar keuangan domestik secara keseluruhan.

Terpisah harga emas dunia ditransaksikan melemah ke level US$4.091 per ons troy atau sekitar Rp2,36 juta per gram. Harga emas juga akan berada dalam tekanan jangka pendek jika tren kenaikan harga minyak mentah dunia masih terus berlanjut. (juli simanjuntak)


(Medan) 

Belum ada Komentar untuk "Harga Minyak Mentah Naik Dekati US$100 Per Barel, Rupiah masih Mampu Menguat sementara IHSG Terpuruk di Zona Merah "

Posting Komentar

DPR Terus Kawal Perlindungan Pengemudi, Dasco Pastikan Perpres Ojol Segera Final

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, dalam Rapat Koordinasi DPR RI bersama jajaran pemerintah yang berlangsung di Gedung Nusantara III, Ko...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel