Aliran Dana Masuk Lewat SBN Dan SRBI, Rupiah dan IHSG Ditutup Menguat

Uang kertas Rupiah. Pada perdagangan Kamis  (16/7/2026), Rupiah ditutup menguat dibawah 18 ribu per Dolar AS.lensamedan-ist

LensaMedan – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mampu ditutup menguat di zona hijau di saat kebanyakan bursa saham di Asia ditutup mixed dengan kecenderunagn melemah pada perdagangan hari ini. IHSG ditutup dengan membukukan penguatan sebesar 1,1% di level 6.108,209. 

Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, penguatan IHSG tidak terlepas dari membaiknya kinerja mata uang Rupiah, yang mampu berbalik arah ke level 17.980 per Dolar AS pada sesi penutupan, setelah sempat mengalami tekanan di sesi pembukaan perdagangan. 

Penguatan Rupiah pada perdagangan hari ini tidak terlepas dari derasnya aliran dana asing yang masuk melalui SBN (surat berharga negara) serta SRBI (sekuritas Rupiah Bank Indonesia). 

Jika merunut pada imbal hasil SBN 10 tahun, memang terlihat ada kenaikan yield dari posisi 6,9% pada 15 Juni, menjadi sekitar 7,237%.

Imbal hasil SBN 10 tahun di bulan Juli ini bahkan sempat berada dikisaran level 7,29% sebagai posisi tertingginya, sementara itu imbal hasil SRBI 12 bulan berada di kisaran 7,6%. Sehingga investor banyak yang berminat membenamkan investasinya ke SRBI. 

“Dari hasil lelang kedua jenis surat hutang tersebut menunjukan bahwa obligasi (surat hutang) masih menjadi salah satu jalan untuk menambal kebutuhan likuiditas di tanah air, termasuk juga berpeluang memperkuat kinerja Rupiah,” ujar Gunawan di Medan, Kamis (16/7/2026).

Gunawan menyebut, korelasi penguatan Rupiah dalam lelang surat berharga tersebut terjadi pada saat ada aliran modal masuk dalam bentuk valuta asing (US$), yang dikonversi untuk membeli SBN atau SRBI. 

Meski demikian pengelolaan hutang ini perlu dilakukan dengan sangat hati-hati, karena investor tidak hanya melihat dari sisi imbal hasilnya saja. Lebih dari itu, kinerja Rupiah juga menjadi pertimbangan investor di masa mendatang. 

“Terlebih jika penguatan Rupiah saat ini lebih banyak ditopang oleh aksi beli dari investor asing,” kata Gunawan. 

Terpisah harga emas dunia ditransaksikan stabil dikisaran US$4.032 per ons troy atau sekitar Rp2,34 juta per gram. Harga emas masih bergerak stabil ditengah minimnay sentimen ekonomi pada hari ini. (juli simanjuntak)


(Medan)


Belum ada Komentar untuk "Aliran Dana Masuk Lewat SBN Dan SRBI, Rupiah dan IHSG Ditutup Menguat"

Posting Komentar

Pemprov Sumut Targetkan Asahan, Tanjungbalai, dan Labura Bebas Pasung ODGJ

UPTD Khusus Rumah Sakit Jiwa Prof.Dr. Muhammad Ildrem memaparkan penanganan pasung dalam temu pers yang digelar di Kantor Gubernur Sumut Jal...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel