Tipis Tapi Miliki Kekuatan Magis: Segel Senjata Utama Jaga Kualitas dan Kuantitas BBM
Satu unit mobil tangki pengangkut BBM yang dikelola PT Elnusa Petrofin bersiap meninggalkan Fuel Terminal (FT) Medan Group untuk mendistribusikan BBM ke lembaga penyalur. FT Medan Group bertanggung jawab menyalurkan BBM ke 309 SPBU di wilayah Sumatra Utara dan Aceh.lensamedan-istLensaMedan – Matahari tepat berada di atas kepala saat kami tiba di Fuel Terminal (FT) Medan Group, awal Mei lalu. Tetapi panas yang menyengat itu tidak lantas membuat aktivitas di depo terlihat sepi.
Para Awak Mobil Tangki (AMT) tetap beraktivitas. Ada yang menunggu giliran untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM), ada yang menunggu pembagian jadwal keberangkatan, dan ada juga yang sekedar mengobrol sesama awak sembari menikmati waktu istirahat.
“Di sini kegiatannya bisa dibilang berjalan 24 jam tanpa henti,” ujar Head of Operation PT Elnusa Petrofin FT Medan Group, Abdul Malik, yang menerima kedatangan kami.
FT Medan Group disebutkan Abdul Malik menjadi titik awal penyaluran BBM ke sebagian wilayah Sumatra Utara dan Aceh. Saat ini, ada 309 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang pasokan BBMnya disalurkan lewat FT Medan Group.
“Ini menunjukkan bahwa FT Medan Group memiliki peran sentral dalam menggerakkan moda transportasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah di Sumatra Utara dan Aceh,” ujar Abdul Malik.
Untuk memastikan setiap proses distribusi BBM berjalan aman, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan perusahaan, maka dalam proses pengisian BBM ke mobil tangki, pria yang akrab dipanggil Malik ini menyebutkan ada satu tahapan yang tidak bisa dilakukan AMT secara asal-asalan, yakni memasang segel.
Karena itu, para AMT diberikan pembekalan melalui pelatihan dan sosialisasi secara berkala mengenai tata cara pemasangan segel yang benar sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
‘Sebab jika dilakukan secara asal-asalan, maka yang rugi yah AMT itu sendiri,” sebut Malik yang bertugas di Medan sejak tahun lalu ini.
Sebagai bagian dari sistem pengendalian internal, manajemen dipastikan Malik telah menunjuk Person in Charge (PIC) yang bertugas melakukan verifikasi dan pemeriksaan terhadap pemasangan segel pada setiap unit operasional.
Selain itu, dilakukan pencatatan dan rekapitulasi nomor segel yang digunakan guna memastikan ketertelusuran (traceability) serta mencegah potensi penyalahgunaan.
“Sebagai bentuk pertanggungjawaban kami ke Pertamina Patra Niaga selaku pemilik segel,” kata Malik menerangkan.
Salah seorang Awak Mobil Tangki (AMT) memasang segel di lubang utama (main hole) bagian atas mobil tangki. Pemasangan segel ini wajib dilakukan AMT sebelum pengisian BBM.lensamedan-istSr. Supervisor I Quality & Quantity Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Medan Group, Ricky Haryanto, menyebutkan, segel dipasang di lubang utama (main hole) bagian atas dan juga di bagian bawah (bottom loading) tangki.
Untuk di bagian atas, penyegelan dilakukan sebelum pengisian BBM. Tujuanya supaya AMT tidak mengetahui berapa level BBM ketika saat pengisian dan saat keluar dari gerbang untuk menghindari BBM dibuang jika terdapat selisih.
Sementara penyegelan di bagian bawah itu diperlukan untuk mencegah BBM dikeluarkan sebelum tiba di lokasi tujuan.
Ricky memastikan, segel yang dibagikan ke AMT untuk dipasang itu tercatat di surat jalan. Pencocokan nomor segel yang terpasang dengan surat jalan itu dilakukan saat mobil tangki keluar dari depo. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menghindari penukaran segel atau peredaran segel yang tidak benar.
“Jika kita cek oke, maka kita perkenankan jalan,” kata Ricky.
Setibanya di SPBU, pemeriksaan segel juga kembali dilakukan sebelum dilakukan bongkar muatan. Kali ini, pemeriksaan dilakukan pengawas SPBU yang juga sudah diberi pelatihan secara berkala.
“Pertamina Patra Niaga sudah menetapkan 14 langkah langkah pembongkaran BBM, salah satunya mengecek nomor segel. Jika nomor segelnya berbeda, kondisinya tidak ideal misalnya sobek, putus atau tidak sesuai nomor atau kotor, itu wajib konfirmasi ke kita di bagian QQ. Dalam hal ini kita collab dengan pengelola mobil tangki yaitu Elnusa, itu kita cek kebenarannya. Semua kita cek dari awal. Jika ada dispute, kita BAP AMTnya, sampai AMT mengakui apa yang dilakukannya,” terang Ricky.
Ricky bersyukur, sejauh ini temuan terkait segel masih berskala kecil, misalnya segel yang longgar. Kesalahan minor semacam itu masih bisa ditolerir, sehingga perusahaan menerapkan mekanisme pembinaan secara bertahap melalui coaching dan pendampingan kepada personel terkait.
“Tetapi jika sudah merusak kualitas dan kuantitas BBM, akan ditindak dan langsung diberi SP3. Kalau sudah merusak kualitas, paling pertama itu sudah citra perusahaan itu gak ada, itu sudah diberhentikan dan dilapor ke polisi,” kata Ricky mengakhiri. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Tipis Tapi Miliki Kekuatan Magis: Segel Senjata Utama Jaga Kualitas dan Kuantitas BBM"
Posting Komentar