Tensi Geopolitik Tidak Stabil, IHSG dan Rupiah Berbeda Arah
Grafik pergerakan IHSG pada Senin (29/6/2026). Pada sesi penutupan perdagangan, IHSG ditutup melemah 1,28%.lensamedan-istLensaMedan - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah meskipun banyak dinaungi kabar positif pada perdagangan hari ini.
IHSG ditutup melemah 1,28% di level 5.820,790, setelah sempat menyentuh level psikologis 5.800.
IHSG mengalami tekanan di saat bursa Asia kebanyakan ditutup di zona hijau. Ditambah lagi penguatan mata uang Rupiah yang ditutup di level 17.835 per Dolar AS, realitanya juga tidak banyak membantu kinerja IHSG.
Selama sesi perdagangan berlangsung, Rupiah ditransaksikan di zona hijau dalam rentang perdagangan 17.835 hingga 17.865 per Dolar AS.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, Rupiah sangat diuntungkan dengan melemahnya imbal hasil US Treasury 10 tahun ditambah dengan memburuknya kinerja USD Index ke kisaran level 101.2.
Meski demikian pelaku pasar masih dihantui ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.
Tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah sempat memanas di akhir pekan kemarin, meskipun kedua belah pihak yang bertikai sempat menandatangani kesepakatan damai.
"Ketidakpastian masih akan menyelimuti perdagangan di pasar keuangan dalam jangka pendek," ujar Gunawan di Medan, Senin (29/6/2026).
Gunawan menyebut, perjanjian damai sejauh ini dinilai sangat rapuh dan sangat rentan memicu perang yang lebih besar.
Pasar akan tetap fokus pada harga minyak mentah dunia, dimana saat perang kembali pecah harga minyak dunia alami kenaikan dalam rentang US$70 hingga US$72 per barel.
Situasi pasar saat ini masih memungkinkan adanya peluang dimana harga minyak kembali naik dan memicu tekanan pada pasar keuangan secara keseluruhan.
"Rupiah dan IHSG masih sangat rentan alami koreksi dalam jangka pendek," katanya.
Sementara itu harga emas dunia ditransaksikan melemah tipis di level US$4.030 per ons troy, atau sekitar Rp2,32 juta per gramnya.
Harga emas masih berkonsolidasi dikisaran harga US$4 ribu per ons troy.
Secara fundamental emas masih berpeluang untuk menguat, meskipun masih dibayangi potensi lonjakan harga minyak mentah yang bisa menyulut kenaikan laju tekanan inflasi. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Tensi Geopolitik Tidak Stabil, IHSG dan Rupiah Berbeda Arah"
Posting Komentar