Sumut Cetak Inflasi 0,89% di Bulai Mei, Asim Saputra: Tomat dan Cabai Merah Jadi Pemicunya
Seorang pembeli memilih cabai merah sebelum ditimbang. Di bulan Mei 2026, tomat dan cabai merah menjadi komoditas utama penyumbang inflasi Sumatra Utara yang tecatat sebesar 0,89%.lensamedan-istLensaMedan – Harga tomat yang mulai merangkak naik seiring terbatasnya pasokan dari sentra tomat di Kabupaten Karo mendorong Sumatra Utara (Sumut) mengalami inflasi sebesar 0,89% di bulan Mei 2026 (m-to-m).
Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Deli Serdang yang tercatat sebesar 1,52% dan yang terendah tercatat di Gunung Sitoli yakni sebesar 0,50%.
Kepala Badan Pusat Statistik Sumut, Asim Saputra, mengatakan, andil tomat terhadap inflasi di bulan Mei tercatat sebesar 0,34%. Jika dilihat berdasarkan kabupaten/kota indeks harga konsumen (IHK), maka andil inflasi tomat tertinggi dialami Kabupaten Labuhanbatu yang tercatat sebesar 0,66%.
“Secara kumulatif hingga Mei 2026 atau tahun berjalan,tomat sudah mengalami inflasi sebesar 150,76%,” ujar Asim saat pemaparan Berita Resmi Statistik, Selasa (2/6/2026).
Asim mengatakan, selain tomat, inflasi 0,89% yang terjadi di bulan Mei juga didorong kenaikan harga cabai merah yang memberi andil inflasi sebesar 0,31%, bawang merah dengan andil inflasi sebesar 0,09%, cabai rawit dengan andil inflasi sebesar 0,08%, dan laptop atau notebook dengan andil inflasi sebesar 0,04%.
“Khusus untuk cabai merah, harga jual ke masyarakat sebenarnya masih cukup terkendali yah, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” kata Asim.
Jika dilihat secara tahun ke tahun atau year on year (y-on-y), maka inflasi Sumut disebutkan Asim tercatat sebesar 4,35%, dimana seluruh kabupaten/kota IHK mengalami inflasi.
Inflasi tertinggi terjadi di Gunung Sitoli yakni sebesar 5,35% dan yang terendah dialami Kabupaten Karo yang tercatat sebesar 3,98%.
Asim menyebutkan, jika dilihat berdasarkan komoditas, maka secara y-on-y, inflasi Sumut dipengaruhi kenaikan harga emas perhiasan dengan andil inflasi sebesar 0,57%, tomat dengan andil inflasi sebesar 0.29%, beras dengan andil inflasi sebesar 0,24%, cabai merah dengan andil inflasi sebesar 0,18%, dan ikan dencis dengan andil inflasi sebesar 0,16%.
“Sementara jika dilihat berdasarkan kelompok pengeluaran, maka inflasi y-on-y Sumut didorong inflasi yang terjadi di semua kelompok pengeluaran, dimana kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 7,11% dengan andil inflasi sebesar 2,55%,” kata Asim mengakhiri. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Sumut Cetak Inflasi 0,89% di Bulai Mei, Asim Saputra: Tomat dan Cabai Merah Jadi Pemicunya"
Posting Komentar