Sofyan Tan Bagikan Tips Jadi Dosen yang Dicintai Mahasiswa

Sosialisasi Kebijakan Kampus Berdampak melalui Workshop Desain Pembelajaran Berbasis OBE (Outcome-Based Education) untuk Menjawab Tantangan Industri di Era Transformasi Digital di Auditorium Bung Karno Universitas ST Bhinneka, Medan, Jumat (5/6/2026).lensamedan-ist

LensaMedan – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sofyan Tan, menegaskan bahwa metode pembelajaran di perguruan tinggi harus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan industri. 

Menurut Sofyan Tan, pola mengajar dosen saat ini tidak bisa lagi disamakan dengan metode konvensional masa lalu. Jika dahulu proses belajar cukup mengandalkan papan tulis, kapur, dan penghapus, kini pendekatan tersebut tidak lagi memadai untuk menjawab tantangan era digital.

“Dosen hari ini bukan sekadar pengajar, tetapi fasilitator. Yang utama bukan angka atau nilai, melainkan capaian pembelajaran atau outcome yang jelas,” ujarnya dalam Sosialisasi Kebijakan Kampus Berdampak melalui Workshop Desain Pembelajaran Berbasis OBE (Outcome-Based Education) untuk Menjawab Tantangan Industri di Era Transformasi Digital di Auditorium Bung Karno Universitas ST Bhinneka, Medan, Jumat (5/6/2026).

Ia mencontohkan, dalam mata kuliah bisnis digital, capaian pembelajaran seharusnya tidak berhenti pada pemahaman teori, melainkan mahasiswa mampu membangun dan menjalankan bisnis rintisan (start-up) serta memanfaatkan teknologi digital untuk berjualan dan berinovasi.

Sofyan Tan juga menekankan pentingnya kemampuan dosen dalam menguasai materi sekaligus menciptakan suasana kelas yang menarik. Menurutnya, banyak orang pintar, tetapi tidak semuanya mampu menyampaikan ilmu dengan baik sehingga mudah dipahami mahasiswa.

“Kalau tidak mampu membuat orang mengerti, itu artinya gagal menjadi dosen. Pintar saja tidak cukup. Harus bisa menguasai kelas dan menyampaikan materi dengan cara yang menarik,” katanya.

Ia membagikan pengalamannya saat mulai mengajar di usia 21 tahun dengan mahasiswa yang usianya hanya terpaut satu hingga tiga tahun lebih muda darinya. Tantangan tersebut, menurutnya, hanya dapat diatasi dengan penguasaan materi dan kemampuan membangun wibawa melalui kualitas penyampaian.

Salah satu kiat yang dibagikannya adalah memantik rasa ingin tahu mahasiswa melalui pertanyaan sederhana yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya, pertanyaan mengenai perbedaan cara berjalan perempuan dan laki-laki yang kemudian dikaitkan dengan struktur tulang dan fungsi biologis. Cara tersebut dinilai efektif untuk membawa mahasiswa masuk ke dalam substansi materi.

Selain itu, dosen juga perlu memahami motivasi mahasiswa dalam memilih suatu mata kuliah dan mengaitkannya dengan isu-isu kekinian yang sedang viral agar pembelajaran terasa relevan dan kontekstual.

Untuk mengukur tingkat ketertarikan mahasiswa, Sofyan Tan menyebut indikator sederhana dapat dilihat dari tingkat kehadiran di kelas. Jika mahasiswa tetap hadir meskipun dalam kondisi kurang sehat karena tertarik pada materi dan cara mengajar, maka dosen tersebut dinilai berhasil. Sebaliknya, kelas yang kerap sepi menjadi evaluasi bahwa metode pengajaran perlu diperbaiki. (*)


(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Sofyan Tan Bagikan Tips Jadi Dosen yang Dicintai Mahasiswa"

Posting Komentar

Tingkatkan Kompetensi Pelajar Medan, Maxim Gelar Cerdas Cermat

Puluhan siswa-siswi SMA/SMK sederajat mengikuti ‘Maxim Quiz: English Brain Game’ yang digelar Maxim, di SMK Negeri 8 Medan. Tak hanya menguj...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel