Serap Hampir 15 Ribu Ton Gabah-Beras Petani, Budi Cahyanto: Wujud Kehadiran Bulog Sumut di Kalangan Petani
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, saat berbincang dengan petani. Hingga hari ini, Perum Bulog Sumut sudah menyerap gabah/beras sebanyak 14.992,34 ton dari petani di Sumatra Utara.lensamedan-istLensaMedan – Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sumatra Utara (Sumut) hingga hari ini sudah menyerap gabah/beras sebanyak 14.992,34 ton dari petani di Sumatra Utara.
Capaian ini menurut Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, turut memberikan kontribusi terhadap realisasi serapan gabah dan beras nasional yang telah mencapai 3,01 juta ton atau sekitar 75% dari target nasional tahun 2026 yang ditetapkan Pemerintah di angka 4 juta ton.
“Realisasi serapan sebesar 14.992,34 ton beras menunjukkan komitmen kami untuk terus hadir di tengah petani, memastikan hasil panen terserap secara optimal, serta mendukung penguatan ketahanan pangan nasional,” ujar Budi di Medan, Rabu (3/6/2026).
Budi Cahyanto menyebutkan, keberhasilan mencapai 75% dari target nasional ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan mulai dari petani, Pemerintah Pusat dan Daerah, TNI, Polri, para Penyuluh Pertanian, penggilingan padi hingga seluruh insan Bulog yang bekerja tanpa mengenal waktu selama musim panen berlangsung.
Capaian nasional tersebut menjadi bukti bahwa kebijakan pemerintah dalam menjaga harga gabah kering petani melalui penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram berjalan efektif dan mampu memberikan kepastian pasar bagi petani di seluruh Indonesia.
Keberhasilan serapan ini juga berdampak langsung terhadap penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang saat ini berada pada level tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional.
Stok beras yang dikelola Bulog telah melampaui 5 juta ton sehingga memberikan jaminan ketersediaan pangan yang kuat dan untuk melaksanakan penugasan Pemerintah melalui program stabilisasi harga beras (SPHP), Bantuan Pangan, hingga mitigasi potensi bencana dan gejolak pasar.
Bulog disebutkan Budi optimistis target pengadaan 4 juta ton setara beras pada tahun 2026 dapat tercapai bahkan sebelum akhir tahun. Dengan masih berlangsungnya musim panen di sejumlah wilayah strategis, Bulog akan terus mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani melalui sinergi yang semakin kuat bersama seluruh pemangku kepentingan.
Capaian ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa Indonesia semakin kokoh menuju kemandirian dan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Di tengah berbagai tantangan global, Bulog hadir sebagai instrumen negara yang memastikan hasil kerja keras petani terserap secara optimal, kesejahteraan petani meningkat, dan kebutuhan pangan masyarakat tetap terjamin.
“Keberhasilan serapan ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” tutup Budi. (*)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Serap Hampir 15 Ribu Ton Gabah-Beras Petani, Budi Cahyanto: Wujud Kehadiran Bulog Sumut di Kalangan Petani"
Posting Komentar