Pj Sekdaprov Sumut Tekankan Kode Etik dan Integritas sebagai Fondasi ASN Profesional
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, Sulaiman Harahap, saat menjadi narasumber pada Latihan Dasar (Latsar) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil Batch VII Golongan III melalui daring, Selasa (30/6/2026).lensamedan-diskominfo sumutLensaMedan – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatra Utara (Sumut), Sulaiman Harahap, menekankan pentingnya pemahaman terhadap kode etik dan integritas sebagai fondasi utama dalam membentuk aparatur sipil negara (ASN) yang profesional.
Sehingga mampu menjadi aparatur yang kompeten,
berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Penegasan tersebut disampaikan Sulaiman Harahap saat menjadi
narasumber pada Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)
Batch VII Golongan III, di Ruang Rapat Sekda Sumut, Lantai 9 Kantor Gubernur
Sumatera Utara, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, integritas dan profesionalisme ASN bukan sekadar
tuntutan regulasi, melainkan panggilan moral bagi setiap aparatur untuk
memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Birokrasi yang kompeten,
bersih, dan berorientasi pada hasil nyata, menurutnya, menjadi salah satu kunci
kemajuan bangsa.
Sulaiman menilai kesan pertama seorang ASN harus
mencerminkan sikap profesional. Karena itu, ia mengingatkan agar setiap ASN
menghindari perilaku yang mencederai integritas, seperti melakukan pungutan
liar (pungli), bekerja di luar tugas pada jam kerja, maupun memanfaatkan waktu
kerja untuk kepentingan pribadi.
"Profesional itu bukan sekadar status, tetapi sifat
yang mencerminkan kemampuan, kompetensi, dan komitmen dalam menjalankan
profesi," ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa reformasi birokrasi, sebagaimana
arahan Presiden, menuntut birokrasi yang responsif, cepat, efektif, serta mampu
memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Selain itu, Sulaiman mengingatkan para ASN agar meninggalkan
pola pikir negatif, seperti merasa aman hingga pensiun, bekerja sekadarnya,
atau menganggap kerja keras tidak berpengaruh terhadap jenjang karier.
Menurutnya, pola pikir tersebut hanya akan menurunkan kualitas pelayanan publik
dan menyebabkan pemborosan anggaran.
Sebaliknya, ASN yang memiliki integritas dan kinerja yang
baik akan memperoleh peluang lebih besar untuk mengembangkan karier. Dampaknya,
pelayanan publik, termasuk di bidang perizinan, dapat berlangsung lebih cepat,
mudah, dan berkualitas sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap
pemerintah.
Untuk mewujudkan ASN yang profesional, Sulaiman mendorong
seluruh peserta Latsar agar terus meningkatkan kompetensi melalui seminar,
pelatihan, serta mempelajari kode etik ASN. Ia juga menekankan pentingnya transformasi
digital dalam birokrasi agar pelayanan publik semakin efektif dan efisien.
"Singkirkan pola pikir lama bahwa masih banyak waktu
luang. ASN masa kini harus mampu memanfaatkan teknologi dan terus
belajar," katanya.
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Pj Sekdaprov Sumut Tekankan Kode Etik dan Integritas sebagai Fondasi ASN Profesional"
Posting Komentar