Perdagangan Akhir Pekan: IHSG Ditutup Menguat Tipis, Rupiah Ditutup Melemah
Grafik pergerakan IHSG. Pada perdagangan Jumat (19/6/2026), IHSG mampu ditutup menguat di zona hijau setelah mengalami tekanan selama perdagangan berlangsung.lensamedan-istLensaMedan – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil membalikkan keadaan dengan ditutup naik tipis 0,08% di level 6.177,139 pada perdagangan Jumat (19/6/2026).
IHSG sempat mengalami tekanan hebat selama sesi perdagangan berlangsung dan sempat menyentuh level 6.117 sebagai posisi terlemahnya. Sejumlah emiten yang turut berkontribusi pada penguatan IHSG di akhir pekan diantaranya adalah BMRI, DSSA, ASII, UNVR hingga ISAT.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, setelah MSCI (Morgan Stanley Capital International) memastikan bahwa pasar saham di tanah air tetap masuk dalam kategori emerging market, pada dasarnya kabar tersebut bisa menghindarkan potensi koreksi besar pada IHSG.
Hanya saja kinerja mata uang Rupiah yang melemah dan sempat ditransaksikan dikisaran angka 17.850 per Dolar AS memperburuk beban yang harus dipikul oleh IHSG.
Di sesi perdagangan pagi, IHSG sempat mengalami koreksi besar sejalan dengan pelemahan Rupiah yang ditransaksikan di zona merah. Namun memasuki sesi perdagangan kedua, mata uang Rupiah mulai mengurangi kerugiannya meskipun Rupiah tetap ditutup melemah di level 17.775 per Dolar AS.
“Rupiah masih kesulitan untuk lanjutkan penguatan pada perdagangan sebelumnya, khususnya setelah BI menaikkan bunga acuan sebanyak 25 basis poin,” kata Gunawan.
Di sisi lain harga emas ditransaksikan melemah ke level US$4.153 per ons troy, atau sekitar Rp2,38 juta per gram. Harga emas masih mengalami tekanan seiring dengan mencuatnya spekulasi kenaikan bunga acuan The Fed, meskipun di sisi lainnya emas diuntungkan dengan perdamaian antara Iran – AS yang akan meredakan potensi tekanan inflasi. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Perdagangan Akhir Pekan: IHSG Ditutup Menguat Tipis, Rupiah Ditutup Melemah "
Posting Komentar