Pasar Waspadai Kebijakan Moneter Bank Sentral AS, IHSG Dibuka di Zona Hijau sementara Rupiah Melemah

Grafik pergerakan IHSG. Pada perdagangan Rabu (17/6/2026), IHSG dibuka di zona hijau, meski tetap berpotensi terseret ke zona merah.lensamedan-ist

LensaMedan - Pasar saham di Asia pada perdagangan pagi ini ditransaksikan mixed dengan kecenderungan melemah. 

Pelaku pasar keuangan saat ini tertuju pada agenda ekonomi penting dari AS, dimana Bank Sentral AS (The Fed) akan menentukan besaran bunga acuannya pada perdagangan hari ini (malam waktu AS). Sejauh ini The Fed diperkirakan akan mempertahankan besaran bunga acuan di level 3,75%.

Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, pelaku pasar masih melihat kebijakan The Fed yang cenderung bernada hawkish dibandingkan dengan sebaliknya. 

Di sisi lain AS dikabarkan akan memberikan detail kesepakatan perdamaian dengan Iran ke kongres AS. Sejauh ini tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah mereda, meskipun pelaku pasar masih menanti konkrit kesepakatan yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak.

Sementara itu, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan hari ini menguat di level 6.321. IHSG masih berada di zona hijau, ditengah minimnya sentimen negatif pasar. 

Namun penguatan IHSG dibayangi pelemahan Rupiah ke level 17.750 per Dolar AS. Tekanan pada mata uang Rupiah berpeluang alami peningkatan jelang kebijakan moneter Bank Sentral AS.

“Skenario pelemahan Rupiah bisa terjadi dikarenakan oleh beberapa hal, seperti The Fed mempertahankan besaran bunga acuan dengan memberikan gambaran kebijakan yang lebih bernada hawkish ke depan, atau justru The Fed menaikkan bunga acuannya pada hari ini,” ujar Gunawan di Medan, Rabu (17/6/20026).

Terpisah harga emas dunia masih ditransaksikan dikisaran harga US$4.343 per ons troy, atau sekitar Rp2,27 juta per gram. 

Harga emas diuntungkan dengan rencana kesepakatan damai antara Iran dengan AS namun tengah dibayangi oleh potensi kebijakan ketat yang akan dilakukan oleh Bank Sentral AS. Sehingga untuk sementara waktu pelaku pasar akan lebih memngambil posisi wait and see. (juli simanjuntak)


Belum ada Komentar untuk "Pasar Waspadai Kebijakan Moneter Bank Sentral AS, IHSG Dibuka di Zona Hijau sementara Rupiah Melemah"

Posting Komentar

Ketua DPRD Medan: Karang Taruna Harus Jadi Motor Penggerak Pembangunan Pemuda

LensaMedan - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Drs Wong Chun Sen Tarigan, MPdB menerima kunjungan calon Ketua Karang ...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel