MSCI Berikan Peringkat Negatif, IHSG dan Rupiah Ditransaksikan Melemah

Uang kertas Rupiah. Pada sesi pertama perdagangan Jumat (19/6/2026), Rupiah kembali ditransaksikan di atas level 17.800 per Dolar AS.lensamedan-ist

LensaMedan - Morgan Stanley Capital International (MSCI) mempertahankan status emerging market Indonesia.

Meski demikian MSCI tetap menyematkan peringkat negatif untuk kriteria aliran informasi (information flow) Indonesia.

Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, hasil putusan pertama MSCI sejauh ini menjadi kabar buruk bagi pasar keuangan di tanah air.

Ini ditunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dibuka melemah di level 6.161 pada sesi perdagangan Jumat (19/6/2026).

Pada sesi perdagangan pagi, pelaku pasar merespon negatif putusan MSCI tersebut.

Sementara itu, mata uang Rupiah juga kembali mengalami pelemahan dengan diperdagangkan di level 17.850 per Dolar AS.

Sejumlah sentimen positif seperti terciptanya kesepakatan damai antara Iran dengan AS sejauh ini belum begitu berdampak pada kinerja sektor keuangan tanah air.

Sejumlah isu fundamental di tanah air masih dominan dalam membentuk kinerja pasar keuangan.

Beberapa faktor fundamental diantaranya adalah kebijakan moneter ketat Bank Sentral Indonesia (BI) yang menaikkan bunga acuan 25 basis poin pada perdagangan sebelumnya.

Dari sisi eksternal, penurunan harga minyak mentah di bawah US$80 per barel di sesi perdagangan pagi, berpeluang meminimalisir tekanan yang dihasilkan dari putusan MSCI di pasar saham maupun Rupiah.

"Selanjutnya kinerja USD Index yang terpantau alami kenaikan (100,7) juga berpeluang menekan kinerja Rupiah selama sesi perdagangan berlangsung," ujar Gunawan.

Di sisi lain, kata Gunawan, harga emas dunia kembali mengalami tekanan ditengah spekulasi kemungkinan kenaikan bunga acuan The Fed di tahun 2026.

Laju tekanan inflasi masih menghantui pelaku pasar ditengah kenaikan harga minyak mentah sebelumnya.

Harga emas ditransaksikan dikisaran harga US$4.185 per ons troy, atau sekitar Rp2,4 juta per gram.

Secara teknikal, koreksi yang terjadi pada harga emas belakangan ini memberikan ruang terjadinya technical rebound.

"Dan sejauh ini akumulasi emas yang mulai dilakukan oleh sejumlah Bank Sentral memberikan kemungkinan membaiknya harga emas dalam waktu dekat," katanya. (juli simanjuntak)

(Medan)

Belum ada Komentar untuk "MSCI Berikan Peringkat Negatif, IHSG dan Rupiah Ditransaksikan Melemah"

Posting Komentar

Bedah Dapur GasKita 2026 Kembali Hadir, Pelanggan Baru Berkesempatan Raih Dapur Impian

Seorang pelanggan PGN beraktivitas di dapur yang telah terpilih mengikuti program GasKita. Di tahun 2026, PGN kembali menjalankan program  B...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel