IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Bertahan Melemah
Grafik pergerakan IHSG. Pada sesi pertama perdagangan Jumat (26/6/2026), IHSG dibuka menguat di zona hijau meski kemudian bergerak ke zona merah.lensamedan-istLensaMedan - Data inflasi AS (PCE) pada bulan Mei mengalami kenaikan tertinggi sejak 2023.
Realisasi data inflasi inti AS capai 3,4% secara tahunan (year on year).
Kenaikan laju tekanan inflasi tersebut menurut Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, kembali membuka ruang spekulasi pengetatan kebijakan moneter The Fed kedepan.
Merespon data tersebut, bursa saham di Asia pada perdagangan pagi ini mayoritas ditransaksikan di zona merah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pembukaan perdagangan ditransaksikan menguat tipis ke level 6.010.
"Sentimen negatif regional berpeluang menggiring IHSG masuk ke zona merah pada perdagangan akhir pekan ini," ujar Gunawan di Medan, Jumat (26/6/2026).
Sementara itu kinerja mata uang Rupiah pada sesi pembukaan perdagangan kembali ditransaksikan melemah ke level 17.980 per Dolar AS.
Mata uang Dolar AS sejauh ini masih berpeluang untuk menguat ditengah stabilnya US Dolar index dikisaran 101,5.
Meski demikian Rupiah diperkirakan tidak akan jauh berbeda harganya dengan perdagangan sehari sebelumnya.
Di sisi lain harga emas dunia ditransaksikan menguat ke level US$4.020 per ons troy, atau sekitar 2,34 juta per gram. Harga emas berbalik menguat setelah data inflasi AS dirilis sesuai dengan proyeksi pasar.
Rilis data inflasi AS sudah terkonfirmasi pasar dan untuk sementara waktu sentimennya akan beralih ke data ekonomi lainnya. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Bertahan Melemah"
Posting Komentar