IHSG Dibuka di Zona Hijau, Rupiah Kembali Melemah ke Level 17.800

Grafik pergerakan IHSG. Pada sesi pembukaan perdagangan Senin (22/6/2026), IHSG bergerak di zona hijau meski fluktuatif dan tak jarang masuk ke zona merah.lensamedan-ist

LensaMedan - Bank Sentral China (PBoC) mempertahankan bunga pinjamannya di level 3%. Langkah PBoC ini menunjukan bahwa kebijakan moneter ketat masih dipertahankan.

Selama sepekan kedepan sejumlah data penting dari AS akan sangat menentukan kinerja pasar keuangan maupun pasar komoditas.

AS akan merilis data inflasi yang diproyeksikan akan mengalami kenaikan, dan sejauh ini mendorong spekulasi kebijakan moneter ketat Bank Sentral AS kedepan.

Pada awal pekan ini, pasar keuangan kembali dibayangi oleh tensi geopolitik yang memanas. .

Namun mayoritas bursa saham di Asia ditransaksikan menguat, termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang di sesi pembukaan perdagangan terpantau menguat ke level 6.217, meskipun sejauh ini kerap ditransaksikan di dua zona yang berbeda.

Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, geopolitik di Timur Tengah masih berpeluang menciptakan tekanan bagi pasar keuangan secara keseluruhan.

Memantau situasi di Selat Hormuz belakangan ini, ada banyak kabar yang menunjukan perjanjian antara Iran dengan AS tidak sejalan dengan kesepakatan yang sudah mereka tanda tangani.

AS masih menebarkan ancaman, sementara Iran kerap melakukan buka tutup Selat Hormuz.

"Volatilitas harga minyak mentah menjadi salah satu indikator yang mencerminkan dinamika konflik yang ada di Selat Hormuz. Sejauh ini harga minyak mentah ditransaksikan dalam rentang US$75 hingga US$79 per barel," ujar Gunawan di Medan, Senin (22/6/2026).

Sementara itu kinerja mata uang Rupiah ditransaksikan melemah ke level 17.800 per Dolar AS.

Tren suku bunga Bank Sentral di dunia yang belakangan ini cenderung dipertahankan sama disebut Gunawan memberikan sinyal bahwa kebijakan moneter banyak bank sentral kedepan cenderung lebih ketat.

"Terlebih masalah geopolitik yang tak kunjung usai menyisakan ketidakpastian bagi pelaku pasar," sebutnya.

Terpisah harga emas dunia ditransaksikan dikisaran level US$4.187 per ons troy, atau sekitar Rp2,4 juta per gram.

Harga emas juga masih berada dibawah tekanan seiring dengan kekhawatiran terjadinya lonjakan inflasi di saat harga minyak mentah dunia masih bertahan tinggi. (juli simanjuntak)

(Medan)

 

Belum ada Komentar untuk "IHSG Dibuka di Zona Hijau, Rupiah Kembali Melemah ke Level 17.800"

Posting Komentar

Gubernur Bobby Ajak AMPI Jadi Pemersatu OKP Hadapi Persoalan Sosial

Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, berfoto bersama Ketua DPP AMPI, Jerry L Sambuaga, saat menghadiri pelantikan pengurus DPD AMPI perio...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel