IHSG dan Rupiah Menguat Bersamaan, Harga Emas Bertahan Ditengah Tekanan Hebat
Grafik pergerakan IHSG. Pada penutupan perdagangan Rabu (10/6/2026), IHSG ditutup menguat 5,5% di level 5.902,376.lensamedan-istLensaMedan - Kabar rencana emiten melakukan buy back (pembelian saham) sempat mencuat pada sesi perdagangan sebelumnya.
Kabar tersebut juga turut mendorong antusias pelaku pasar dan memicu pemulihan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan dua hari terakhir.
Selain kebijakan fundamental yang dilakukan oleh Bank Indonesia yang menaikkan besaran bunga acuan menjadi 5,5%.
Pada perdagangan hari ini IHSG ditutup menguat 2,71% di level 5.902,376. IHSG menguat ditengah koreksi yang dialami mayoritas bursa saham di Asia.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, IHSG lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen dari tanah air setelah BI menaikkan bunga acuan sebelumnya.
Penguatan IHSG pada hari ini juga mengabaikan penurunan indeks kepercayaan konsumen tanah air ke level 120 pada bulan Mei.
"Melemahnya indeks kepercayaan konsumen sebenarnya menggambarkan kondisi belanja masyarakat kedepan, sekaligus bukti bahwa belanja masyarakat masih mengalami tekanan," ujar Gunawan di Medan, Rabu (10/6/2026).
Penguatan IHSG disebutkan Gunawan pada hari ini juga tidak terlepas dari kinerja mata uang Rupiah yang mengalami penguatan.
Rupiah ditutup menguat ke level 17.950 per Dolar AS.
"Penguatan Rupiah juga turut diuntungkan dari tekanan kinerja USD Index di bawah level 100, walaupun terpantau masih cukup solid berada di kisaran level 99,9," sebutnya.
Di sisi lain harga emas dunia ditransaksikan melemah dan masih dikisaran harga US$4.178 per ons troy.
Harga emas terpuruk setelah AS melakukan serangan ke Iran. Harga emas anjlok cukup dalam dari kisaran US$4.350 per ons dalam 24 jam terakhir.
Serangan AS ke Iran sekalgus bukti bahwa rencana damai kedua belah pihak masih jauh dari harapan semula.
Harga emas saat ini ditransaskikan dikisaran level Rp2,41 juta per gram gramnya. Prospek pemulihan harga emas saat ini kembali memudar, seiring dengan memburuknya tensi geopolitik serta ketakutan dari ancaman kenaikan laju tekanan inflasi. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "IHSG dan Rupiah Menguat Bersamaan, Harga Emas Bertahan Ditengah Tekanan Hebat"
Posting Komentar