Data Penjualan Ritel Minus Bukti Daya Beli Masyarakat Tertekan, IHSG dan Rupiah Kembali Melemah
Grafik pergerakan IHSG. Pada perdagangan Kamis (11/6/2026), IHSG ditutup melemah 0,28% di level 5.886.032.lensamedan-istLensaMedan – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada
perdagangan hari ini ditransaksikan cukup liar, sempat menyentuh level 6.010
sekaligus sebagai posisi tertingginya hari ini.
Namun IHSG juga sempat terpuruk hingga ke level 5.784 sebelum
akhirnya ditutup melemah 0,28% di level 5.886.032. Sejumlah emiten yang turut
memberikan kontribusi negatif bagi kinerja IHSG diantaranya adalah BBRI, BMRI,
ANTM, BRPT hingga TINS.
“IHSG pada akhirnya terseret arus pelemahan mayoritas bursa
saham di Asia, setelah sempat berupaya melawan tekanan, hingga akhirnya juga
harus kandas, seiring dengan melemahnya kinerja mata uang Rupiah,” ujar Analis
keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, di Medan, Kamis (11/6/2026).
Pada perdagangan hari ini Rupiah ditutup melemah di level
17.975 per US Dolar. Dan selama sesi perdagangan berlangsung mata uang Rupiah
sempat menyentuh level 18 ribu per US Dolar.
Kinerja IHSG dan Rupiah terpuruk seiring dengan memburuknya
data penjualan ritel pada bulan April kemarin. Secara tahunan data penjualan
ritel tanah air mengalami kontraksi dengan membukukan penurunan sebesar 3.7%.
Pertumbuhan negatif pada penjualan ritel tersebut bukti bahwa daya beli
masyarakat tengah mengalami penurunan.
Di sisi lainnya, harga emas dunia ditransaksikan relative
tidak banyak mengalami perubahan dikisaran level US$4.090 per ons troy, atau
sekitar Rp2,37 juta per gram. Harga emas nyaris tidak bergerak pada perdagangan
sore dibandingkan dengan sesi perdagangan pagi.
Kinerja harga emas beberapa kali mencoba untuk berbalik arah
dan terpantau sempat ditransaksikan di atas US$4.100 per ons selama sesi
perdagangan berlangsung. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Data Penjualan Ritel Minus Bukti Daya Beli Masyarakat Tertekan, IHSG dan Rupiah Kembali Melemah"
Posting Komentar